oleh

Target PAD Pasar di Bangkalan Dikurangi Rp700 Juta

Kabarmadura.id/Bangkalan– Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus pasar diketahui telah diturunkan 40 persen. Hal tersebut  diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Sutanto.

Kata dia, penurunan PAD pasar tersebut dikarenakan jual beli di pasar yang naik turun. Begitu juga banyaknya pembeli yang turun drastis akibat takut untuk bepergian ke pasar. Sehingga, mau tidak mau dia harus menurunkan target dari sebelumnya.

“Kami sempat turunkan di angka Rp3,5 miliar. Tapi ketika kami tagih PAD-nya, katanya sepi pembeli tidak ada pemasukan. Akhirnya kami turunkan lagi menjadi Rp2,8 miliar,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Target PAD sebelum wabah covid-19 masih berada di angka Rp4,7 miliar. Sutanto juga menerangkan, dari 29 pasar yang ada di Bangkalan. Hanya 28 pasar yang bisa ditarik retribusinya. Sebab, salah satu pasar di Bangkalan ini penyerahan hibah belum diterima Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Yang paling drastis turunnya itu di pasar Ki Lemah Dhuwur,” terangnya.

Kendati demikian, dia yakin bahwa akhir tahun nanti akan memenuhi target. Jika target tersebut sudah tertutup sebelum akhir tahun. Sutanto menyampaikan, akan tetap mengirimkan PAD pasar ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan.

“Kalau tidak memenuhi target nanti jadi piutang tahun depan. Untuk itu kami yakin dan berusaha agar bisa menutup PAD-nya. Jika sebelum akhir tahun sudah 100 persen, PAD akan tetap kami setor agar bisa mencapai 100 persen lebih,” paparnya.

“Nah, nanti dari situ diketahui, apakah kami akan kembali mengusulkan penambahan PAD pasar tahun depan atau hanya tetap segitu dulu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti mengatakan, pada triwulan ketiga, PAD pasar sudah mencapai 81 persen. Menurutnya, hal tersebut sudah cukup bagus jika dibandingkan tahun lalu hingga akhir tahun belum bisa memenuhi target. Sehingga, dia yakin untuk PAD Pasar ini bisa terpenuhi targetnya.

“Targetnya  Rp2.653.867.214, pada triwulan ketiga sudah menyetor Rp2.159.664.483.09 atau 81 persen,” jelasnya.

Lanjutnya, idealnya pada triwulan ketiga ini setidaknya harus sudah masuk sebesar 75 persen dari target untuk PAD. Dia juga mengakui, bahwa sebelumnya memang target PAD ini sempat diturunkan karena adanya wabah covid-19 yang mengakibatkan daya beli dan jual masyarakat di pasar turun. Namun, dia berharap agar pihak Disdag tetap menyetorkan PAD meski sebelum akhir tahun sudah terpenuhi targetnya.

“Jadi kalau terus naik nanti, targetnya tahun depan bisa kami tambah lagi,” tuturnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed