Target Pendapatan dari Orang Sakit Terus Dinaikkan, Tahun 2021 Capai Rp70 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) OPTIMIS: Target setoran pendapatan dari  RSUD Mohammad Zyn terus dinaikkan, tahun 2021 ini dipatok Rp70 miliar.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Kendati sebagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sampang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn juga dituntut memenuhi target pendapatan. Bahkan, target itu dinaikkan dari tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, rumah sakit milik pemerintah ini juga dituntut terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Target untuk pendapatan asli daerah (PAD) itu dihasilkan RSUD Moh. Zyn dari jasa pelayanan kesehatan.

Tahun 2021 ini, tumah sakit dengan ketersediaan tempat tidur perawatan sebanyak 230 itu ditarget menyumbang pendapatan sebesar Rp70 miliar. Target pendapatan yang dihasilkan dari orang sakit ini terus naik dalam tiga tahun terakhir. Di tahun 2020, ditarget pendapatan senilai Rp60 miliar  dan tahun 2019 ditarget Rp46,5 miliar.

Kenaikan target itu mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Sampang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Tentang Pedoman Tarif Pelayanan Kesehatan pada RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn dr. Agus Akhmadi menguraikan, penentuan target pendapatan RSUD dapat dihitung sesuai ketentuan yang ada, yakni jumlah penduduk, angka kesakitan, baik yang rawat jalan maupun rawat inap serta ketersedian tempat tidur perawatan di RSUD dan fasilitas kesehatan lainnya.

Agus memastikan tidak terlibat secara langsung pada saat proses penentuan target pendapatan dari BLUD tersebut, karena berdalih baru menjabat pada Mei 2021.

“Tahun ini BLUD ditarget pendapatan Rp70 miliar dari jasa pelayanan kesehatan terhadap pasien reguler dan asuransi komersial, sementara pasien dari BPJS kami terimanya bersadarkan paket,” ujar Agus saat dikonfirmasi Kabar Madura, Rabu (4/8/2021).

Baginya, kenaikan target pendapatan BLUD ini sangat wajar, karena pelayanan terus ditambah, juga karena jumlah penduduk dan orang sakit yang terus meningkat. Saat ini, capaiannya baru sekitar 30 persen. Agus beralasan, pendapatan dari pasien wabah Covid-19 belum dikalkulasi.

“Tentu, kami sangat optimis dapat memenuhi target pendapatan ini, karena kami terus berusaha maksimal untuk mencapainya,” terangnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *