Target Retribusi Naik, DLH Keberatan

  • Bagikan
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SULIT: Meski ada perluasan lahan persampahan wajib retribusi (WR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep merasa keberatan dengan adanya kenaikan target retribusi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Meski kondisi penarikan pajak sampah rumah tangga masih fluktuatif, target retribusi di bidang persampahan tersebut naik 15 persen. padahal,tidak ada perluasan  ketersediaan lahan wajib retribusi (WR). Hal tersebut diungkapkan, Kasubag Keuangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Hendarti Antadewi, Senin (21/12/2020).

“Kalkulasi bukan lantas naik sekian persen, tapi yang harus diperhatikan jumlah WR kita masih tetap. Memang ada tambahan baru, tapi hanya satu dua saja, tidak sebanding dengan kenaikan target yang ditentukan,” keluhnya.

Menurutnya, secara umum kenaikan rata-rata yang sudah ditetapkan di rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) tahun 2021, di target 15 persen. Hal tersebut berdasarkan ketercapaian retribusi pendapatan asli daerah (PAD) secara maksimal. Tahun ini, PAD retribusi sampah rumah tangga mencapai Rp191.896.460.

“Meski dalam proses pelaksanaanya banyak faktor penghambatnya, misalnya ada yang menunggak pembayaran. Alhamdulillah, capai target tahun ini. Yang nuggak ada, tapi kami sudah sediakan sanksinya. Berarti tahun 2021, nambah 15 persen dari jumlah tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi lll DPRD Kabupaten Sumenep, M Ramzi mengatakan, jika target PAD sudah tercapai maksimal, maka bisa dibuktikan juga terhadap persoalan sampah yang hingga saat ini tidak kunjung mendapatkan solusi. “DLH juga harus serius, sehingga tidak terkesan wacana, benar PAD naik, tapi buktinya persoalan atau kasus sampah tetap tidak teratasi,” responnya. (ara/ito)

Baca juga  Telan Anggaran Rp2,5 M, Pasar Ternak Sumenep Dibiarkan Mubazir
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan