Target Rp52 M untuk 21 FKTP di Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) FANTASTIS: Jumlah target pendapatan dana Kapitasi JKN untuk 21 Puskesmas di Kabupaten Sampang dalam satu tahun mencapai Rp52 miliar.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Sepanjang tahun 2021, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang mematok target penerimaan pendapatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah pusat sebesar Rp52.542.822.803 untuk 21 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sebagaimana diketahui, dana kapitasi merupakan besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka kepada FKTP berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi melalui Kasi Pelayanan Bagio, Kamis (2/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, target kapitasi JKN hanya prediksi maksimal yang ditetapkan oleh instansinya, manakala dalam kondisi normal di semua puskesmas. Artinya, penerimaan pendapatan dana kapitasi dari semua puskesmas disesuaikan dengan jumlah peserta yang dihitung berdasarkan ketentuan yang ada.

Namun, realitasnya masih tergantung kondisi di setiap puskesmas. Sebab, ada peserta yang meninggal, penambahan serta penilaian kinerja puskesmas. Hal itulah, yang bisa mempengaruhi terhadap besaran pendapatan tersebut. “Tahun ini, kami memang menargetkan kapitasi JKN sebesar Rp52 miliar, tapi ini hanya prediksi dan kemungkinannya tidak sampai segitu,” ujarnya.

Dia membeberkan, dana kapitasi JKN diperuntukkan sebagai pembiayaan jasa pelayanan (Jaspel) dan operasional setiap puskesmas di daerah yang berjuluk kota bahari. Salah satunya, untuk penyediaan obat dan alat-alat kesehatan (alkes) di setiap puskesmas yang mengacu pada peraturan yang berlaku.

Disinggung terkait rata-rata penerimaan pendapatan dana kapitasi JKN, Bagio berdalih tidak tahu pasti. Sebab, pendapatan setiap puskesmas tidak sama dan disesuaikan dengan jumlah pesertanya. Yakni, semakin banyak jumlah peserta maka otomatis dana kapitasi yang didapatkan akan lebih besar.

“Peserta JKN di puskesmas yang rendah itu sekitar 13 ribu, sementara yang tertinggi bisa mencapai 40 ribu peserta, tapi saya tidak hafal besaran kapitasinya masing-masing puskesmas ini,” kelitnya.

Untuk diketahui, dasar hukum pengelolaan dana kapitasi JKN diantaranya, Perpres 32/2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN pada FKTP Milik Pemerintah Daerah. Permenkes 19/2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada FKTP Milik Pemerintah Daerah  dan lainnya. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *