Targetkan 60 Ribu Ton, Produksi Garam Pamekasan hanya Capai 27.005 Ton

(FOTO: KM/DOKUMEN ) BANYAK KENDALA: Produksi garam Pamekasan tahun ini menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menargetkan produksi garam rakyat pada musim produksi garam tahun 2021 sebanyak 60 ribu ton, meningkat dua kali lipat dibanding produksi tahun 2020. Namun, faktanya, harapan yang dicapai hanya 27.005 ton.

Kepala Bidang Perikanan dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan Lutfi Asari mengatakan, cuaca tahun ini lebih buruk dari tahun sebelumnya. Karena hujan deras yang terjadi sejak awal Oktober lalu, produksi garam rakyat jadi menurun.

Namun dari total jumlah produksi tahun ini, hanya 3.356 ton yang tidak terserap pabrikan. Sisanya, 23.649 ton telah laku terjual. Namun, beberapa hasil produksi garam tahun-tahun sebelumnya masih ada yang belum terserap.

Dari hasil produksi garam tahun 2020 lalu masih tersisa 1.357 ton belum terserap. Hasil produksi tahun 2019 sebanyak 909 ton belum terserap. Hasil produksi tahun 2018 sebanyak 100 ton belum terserap. Karena itu, pihaknya masih memiliki total stok garam sebanyak 5.722 ton garam belum terserap.

Dia menjelaskan, seharusnya produksi tahun ini melebihi tahun sebelumnya. Sebab pihaknya memiliki 167 kelompok program pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) dengan total lahan tambak garam seluas 958,7 hektar. Tahun lalu produksi garam mencapai 38.836 ton.

“Paling banyak di Desa Lembung, Kecamatan Galis. Di sana ada 47 kelompok. Luas lahannya 245,9 hektar. Produksinya tahun ini sebanyak 7.558 ton,” ungkap Lutfi.

Namun dia menjelaskan, belum semua petambak garam tergabung dalam kelompok PUGAR. Tidak semua pula petambak garam menggunakan geomembran. Beberapa petambak lebih memilih memproduksi garam secara tradisional dan enggan bergabung dengan kelompok PUGAR.

Dari total produksi tahun ini, 23.237 ton garam diproduksi melalui geomembran. 3.768 ton garam diproduksi secara tradisional. Kendati begitu, menurutnya harga garam saat ini memulai meningkatkan dibanding sebelumnya. Harga garam saat ini yaitu Rp700 ribu per ton.

“Bagi masyarakat itu sudah lumayan. Kalau sebelumnya harga berada di kisaran Rp300 sampai Rp400 ribu,” pungkasnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur; Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan