oleh

Targetkan Revisi RTRW Selesai Akhir Tahun

Masuk dalam Tahap Pembuatan Peta

kabarmadura.id/sampang-Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang sesumbar segera menuntaskan revisi pendataan tata ruang dapat selesai di akhir tahun 2019. Saat ini sudah memasuki tahapan asistensi pembuatan peta rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk wilayah Kabupaten Sampang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Bappelitbangda Sampang Abdul Rachman. Menurut dia, tahapan pendataan tata ruang dimulai dari proses penyusunan materi teknis, penyusunan peta tata ruang daerah, setelah itu meminta rekomendasi gubenur provinsi Jawa Timur untuk diajukan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang, baru setelah itu, tata ruang dapat disahkan melalui peraturan daerah (perda) terbaru.

“Kami targetkan revisi pendataan tata ruang Kabupaten Sampang ini dapat selesai tahun ini. Saat ini sudah sampai tahapan penyusunan petanya, tinggal rekomendasi gubenur dan persetujuan kementrian,”ungkap Rachman kepada Kabar Madura, Rabu (10/7).

Ia menjelaskan, revisi pendataan tata ruang berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2012 tentang tata ruang Kabupaten Sampang. Sesuai undang-undang tata ruang yang ada, maka dapat direvisi setiap lima tahun sekali, seiring banyaknya perubahan tata ruang dan perlu menyesuaikan dengan peraturan yang baru.

Semisal, aturan terkait kewenangan pengelolaan kawasan pesisir pantai. Jika dulu jarak 4 mil pesisir pantai milik kabupaten, tetapi dengan turunnya aturan yanga baru, saat ini, dari 0 mil kawasan pesisir sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sehingga tata ruang yang ada ini perlu dilakukan revisi, guna menegaskan kembali pemanfaatan ruang yang ada dan menyelaraskan dengan aturan yang terbaru.

”Proses pengesahannya, dimulai dari gubenur ke pemerintah pusat, nanti setelah disetujui tinggal bahas perdanya untuk disahkan,” bebernya.

Disinggung soal kendala dalam pelaksanaan revisi tata ruang itu, Rahman berkelit tidak ada kendala yang berarti. Namun prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama, karena banyak tahapan dan agak ribet.

“Kendala yang berarti, kami kira tidak ada, tetapi prosesnya yang agak ruwet dan membutuhkan waktu lama,”tambahnya.

Ia berharap, revisi tata ruang ini bersinergi dengan pengembangan potensi alam yang ada di Kabupaten Sampang.

“Adanya revisi tata ruang ini diharapkan, ke depannya ada singkronisasi ketersediaan ruang baru dengan potensi alam yang bisa dikembangakan di berbagai wilayah Sampang,”tandasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed