Tarif BPJS Dipastikan Naik, Warga Bakal Berbondong-bondong Pindah ke PBI

  • Bagikan
PELAYANAN:Kenaikan Iuran PBJS yang dinilai semakin memberatkan, diprediksi membuatmasyarakat banyak yang beralih ke penerima bantuan iuran (PBI).

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mencapai 100 persen, diprediksi bakal memberatkan masyarakat, khususnya Sampang.

Seperti yang diketahui, mulai 1 Januari 2020, iuran kelas I dari semula Rp80.000 menjadi Rp160.000, kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, dan kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000.

Dengan terjadi kenaikan iuran tersebut,berpotensi terjadi peralihan jenis kepesertaan, dari bukan penerima bantuan iuran (non PBI) ke penerima bantuan iuran (PBI). Sebab, dengan beralih ke PBI, peserta tidak terbebani iuran setiap bulan, karena sudah ditanggung pemerintah melalui APBD maupun APBN.

Kepala BPJS Sampang Ita Risanti menyampaikan, untuk pindah segmen/kelas, masyarakat harus melapor ke dinas sosial (dinsos) setempat, untuk menjelaskan bahwa dirinya memang tidak mampu.

“Meskipun iuran BPJS naik, tidak bermasalah, karena yang bayar iuran itu pemerintah, tidak bayar sendiri,” ungkap Ita.

Dalam hal ini, PBI setara kelas III dengan iuran sebesarRp25.500 per bulan dan akan naik pada tahun 2020 mendatang jadi Rp42.000.

Selain itu, masyarakat yang tidak mampu membayar iuran BPJS di kelas I dan II, juga bisa beralih ke kelas III, baik yang PBI maupun non PBI. Jika beralik ke PBI, harus memenuhi syarat tertentu dan menyampaikan ke kantor BPJS setempat dengan membawa identitas diri dan kartu keluarga.

“Bagi masyarakat yang tidak mampu membayar iuran BPJS, bisa pindah kelas, dari kelas satu ke kelas tiga,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kenaikan iuran itu sudah dsahkan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Rencananya, tarif baru tersebut akan mulai berlaku sejak 1 Januari 2020 mendatang.

Baca juga  Rumah Bidan Amuk Massa, Dinkes Bangkalan Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien Bersalin

Sementara berdasarkan data BPJS Sampang per Januari 2019, jumlah peserta BPJS kesehatan di Sampang sebanyak 704.000 jiwa. Rinciannya, peserta dari PBI Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) sebanyak 606.000 jiwa, peserta regular 23.000 jiwa dan peserta bantuan penerima iuran daerah (PBID) 50.800 jiwa.Sedang total penduduk Sampang mencapai 847.707 jiwa. (km49/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan