Tarif Parkir Naik 2 Kali Lipat, Efektif Berlaku Sejak Januari 2020

  • Whatsapp
(KM/DISHUBBANGKALAN) TARIF BARU: Papan tarif parkir di depan Indah Swalayan yang diganti oleh pihak Dishub Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Tarif parkir kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat resmi dinaikkan. Tarif ini berlaku mulai tanggal 1 Januari 2020 kemarin. Bahkan kenaikan yang dilakukan mencapai 2 kali lipat. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) no 56 tahun 2019 tentang Perubahan Besaran Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir atas Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Usaha.

Tentunya hal ini mendapat sorotan dari Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrahman mengatakan, jika memang ada kenaikan tarif, pihaknya ingin ada perbaikan layanan mengenai parkir di Bangkalan.

“Pada dasarnya saya mendukung, tapi dengan catatan pelayanan harus diperbaiki karena selama ini banyak yang mengeluhkan pelayanan dari jukir kurang bagus,” ujarnya, Minggu (19/1).

Selain itu, ia berpesan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan untuk penghitungan retribusi parkir tidak akan maksimal. Termasuk juga kelengkapan untuk para Juru Parkir (Jukir) seperti rompi dan karcis harus benar-benar resmi dari pihak Dishub.

“Saya tekankan juga mengenai kenaikan tarif parkir ini, agar pihak Dishub melengkapi para Jukir dengan karcis resmi dan rompi. Sebab, masih banyak ditemukan jukir yang tidak dilengkapi karcis,” pesannya.

Masih menurut politikus dari partai Gerindra ini, kelengkapan seperti karcis resmi dari Dishub juga mencegah adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Bangkalan Ariek Moein. Perbub itu sudah ditandatangani oleh Bupati pada 20 Oktober 2019 lalu. Namun, baru diberlakukan tahun 2020 karena harus sosialisasi. Ariek juga menjelaskan perubahan besaran tarif parkir yang berlaku, baik parkir tepi jalan umum maupun tempat khusus parkir. Mulai dari sepeda angin hingga truk gandeng.

“Sepeda angin yang sebelumnya Rp500 menjadi Rp1.000, sepeda motor dari Rp1.000 jadi Rp2.000, Sedan dan sejenisnya dari Rp1.500 jadi Rp3.000, truk dan bus dari Rp3.000 jadi Rp4.000 dan truk gandeng dari Rp4.000 jadi Rp5.000,” ungkapnya.

Sedangkan untuk parkir di tempat parkir, Ariek menjelaskan, terdapat perbedaan di kenaikan tarif parkir mobil dan waktu parkir. Kalau parkir tepi jalan umum hanya untuk sekali parkir. Sedangkan di tempat khusus parkir ada batasan waktu per 6 jam, lebih dari itu dikenakan tarif dari awal.

Ariek juga mengatakan, jumlah lahan parkir yang tercatat hingga saat ini terdapat 70 titik parkir yang resmi, namun menurut dia jumlah itu masih belum pasti karena pasti ada perubahan.

“Dalam bulan ini kita data lagi, karena pasti ada lahan parkir yang tutup dan ada yang buka lahan baru,” pungkasnya. (ina/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *