oleh

Tarik ATM KPM, Pendamping Terancam Diberhentikan

Kabarmadura.id/Sampang-Indikasi penyelewengan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bencelok, Kecamatan Jrengik, Sampang, melalui pengambilan ATM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terus didalami.

Koordinator Kabupaten PKH Smapang Nanang Muldianto menyampaikan, tindakan penarikan ATM milik KPM PKH tidak membenarkan oleh hukum. Sebab, pendamping hanya bertugas mendampingi dan memberikan sosialisasi cara pengambilan  dana bansos di ATM maupun di agen brillink.

Oleh karena itu, jika ditemukan pendamping yang melakukan penarikan ATM, pihaknya akan memberikan teguran, baik secara lisan atau tulisan sebagai bentuk pembinaan pada pendamping yang melakukan penarikan ATM KPM PKH tersebut.

“Jika ada pendamping melakukan penarikan ATM peserta, maka kami akan melakukan pembinaan, bahkan bisa memberikan surat pemberhentian,” tegasnya, kemarin (12/11)

Lebih lanjut Nanang juga menyampaikan, tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan penarikan ATM KPM PKH, tidak hanya berlaku bagi pendamping, akan tetapi perangkat desa sekalipun yang melakukan penarikan ATM juga bisa dikategorikan melanggar hukum.

“”Jika oknum perangkat desa melakukan itu, bisa ditindak secara hukum,” imbuhnya

Sebelumnya, dana bantuan PKH di Desa Bencelok, Kecamatan Jrengik Sampang, terindikasi ada pemotongan. Indikasinya, waktu pencairan perangkat desa menarik ATM penerima untk dilakukan pencairan dana bantuan sosial itu.

 

Tidak hanya itu, ada oknum pendamping dan perangkat desa yang diduga melakukan pemotongan dana bantuan sosial senilai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dari setiap ATM KPM PKH. (km49/pin)

 

Komentar

News Feed