oleh

Tarik Kembali Dana BPNT Rp141 Juta, BRI Dicurigai

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Penarikan kembali atau pendebitan yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Bangkalan pada BRI link yang menaungi e-warung untuk pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dipersoalkan.

Aktivis Poros Jatim mendatangi Bank BRI cabang Bangkalan utnuk mempertanyakan pendebitan yang dianggap tanpa sepengatuhuan pihak BRI link dan e-warung, Kamis (9/6/2020).

Pimpinan Bank BRI cabang Bangkalan Mohammad Amalo mengungkapkan bahwa penarikan kembali itu karena ada kelebihan pencairan dan secara otomatis BRI harus merarik  kembali.

“Kami pihak Bank BRI sebelumnya meminta maaf atas ketidaknyamanan atas nasabah,” katanya.

Dia mengaku, penarikan rekening yang dilakukannya itu sudah disesuaikan dengan prosedur kelebihan transfer BRI dari BPNT. Dimana prosedur perjanjian tersebut adalah pihak BRI bisa melakukan penarikan sewaktu-waktu jika terjadi kelebihan pencairan tanpa konfirmasi.

“Berbeda dengan penarikan nasabah personal,” ungkapnya.

Amalo menjamin bahwa kelebihan bayar tersebut terjadi pada agen BRI Link yang ditunjuk sebagai e-warung itu, bukan uang untuk BPNT. Sehingga karena kelebihan bayar, maka pihaknya harus menarik kembali. Menurutnya, penarikan kembali dana ini tidak melanggar ataupun merugikan pihak mana pun.

“Penarikan dilakukan sesuai dengan data transaksi yang ada di rekening bersangkutan. Kami siap membuka ruang, bagi siapa pun yang ingin meminta konfirmasi. Namun harus dilakukan secara personal, karena ini berkaitan dengan data pribadi nasabah,” jelasnya.

Menanggapi permasalahan itu, Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio menerangkan bahwa pihaknya hanya berwenang dalam mengeluarkan dan pengajuan data penerima BPNT. Mengenai pencairannya, bukan kewenangannya. Sebab, transferan pencairan merupakan kewenangan pusat.

“Kami sebatas data saja, karena pencairan dari Kemensos langsung ke pihak himbara sebagai pihak yang mencairkan,” jelasnya.

Wibagio juga menjelaskan, pencairan bukan melalui dinasnya. Terlebih, tidak ada surat konfirmasi kepada pihaknya. Sehingga, dia tidak bisa melangkah untuk mengkoordinasi mengklarifikasi hal itu kepada e-warung dan pihak BRI sendiri.

“Ya kami hanya sebagai tim koordinasi untuk menjembatani permasalahan-permasalahan yang ada,” tuturnya.

Sedangkan Koordinator Lapangan (Korlap) Poros Jatim Makmun Imron meminta pihak BRI bertanggung jawab perihal penarikan saldo sepihak itu. Dia juga mengancam memboikot BRI jika tidak akan melaporkan ke Kemensos untuk mengevaluasi kembali kerja sama dalam program ini. Di mana BRI sebagai mitra dalam penyalurannya BPNT.

“Mengingat e-warung sudah melayani para KPM yang memiliki KKS untuk penukaran sembako dan ini jelas rugi, karena sembako kan sudah keluar,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed