Tegakkan Prokes, Operasi Yustisi di Sumenep Ancam Sasar Pelosok

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SANKSI: Sejumlah pelanggar prokes saat operasi yustisi dijatuhi denda.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin masif, masyarakat diminta untuk taat dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam melakukan operasi yustisi diminta agar tidak segan-segan memberikan tindakan secara tegas bagi pelanggar prokes.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Ach Fauzi menyampaikan, wabah Covid-19 masih terus berlangsung, sementara tidak sedikit masyarakat yang masih melanggar prokes, bahkan sering ditemukan banyak yang tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker.

Bacaan Lainnya

“Intinya sama dengan yang kemarin, artinya operasi ini untuk memberikan tindakan keras kepada masyarakat, bahwa pemerintah ini yang mempunyai kebijakan,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Meski yang menjadi sasaran operasi tertib prokes, sementara masih di area perkotaan, orang yang saat ini terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Keris ini juga akan meminta kepada tim penegak prokes untuk melakukan operasi yustisi di berbagai daerah.

Termasuk, lanjut dia, yang menjadi targetnya adalah masyarakat yang juga kurang sempurna mematahun prokes, misalnya cara pakai masker yang hanya persediaan takut ada razia saja. Artinya tidak dijadikan kebiasaan sehari-hari.

“Termasuk di kecamatan-kecamatan akan kami sisir juga nantinya. Walaupun vaksinasi masih Februari, maka kami harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan-pencegahan. Misalnya operasi ini,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dari hasil operasi ada 96 orang yang kedapatan melanggar prokes, 4 orang dengan surat pernyataan, artinya tanpa denda, 60 mempunyai KTP, dan 32 tanpa identitas.

“Kategori masyarakat yang berpendidikan kami denda Rp40 ribu, sementara yang tidak tahu maka Rp30 ribu. Dan di bawah umur cukup dengan surat pernyataan,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *