Tegaskan Mutu Sekolah di Bangkalan Harus Diperbaiki tanpa Menunggu Assessment Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SEDANG BERLANGSUNG: Assessment Nasional (AN) untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dimulai hari Selasa (26/10/2021).

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Assessment Nasional (AN) untuk jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bangkalan telah selesai. Hasil AN tersebut akan menjadi acuan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan dalam menilai mutu sekolah. Sedangkan sekolah bisa mengetahui hasil mutu sekolah melalui pengisian pencapaian standar nasional pendidikan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Risman Irianto mengatakan, bahwa hasil AN berbeda dengan ujian nasional. Sehingga, hasilnya murni untuk pemetaan mutu sekolah. Tujuannya yaitu untuk pengambilan kebijakan yang tepat mengenai pemerataan mutu dari Kemendikbud. Menurut Risman, tidak perlu ada rapor hasil ujian dari AN yang dikirim ke sekolah.

Bacaan Lainnya

“Pemetaan khusus sekolah untuk mengetahui mutu sekolah bisa dilihat melalui LPMP Jawa Timur. Sekolah sendiri nanti bisa tahu tingkatan mutu sekolahnya. Nanti disinkronkan dengan hasil AN oleh  LPMP Jatim,” katanya, Selasa (26/10/2021).

Sejauh ini,  ia mengaku, pihaknya belum bisa mengakses hasil AN tersebut. Karena hasil AN menjadi data yang dimiliki Kemendikbud. Sekolah mengetahui mutu pendidikannya hanya dari implementasi penjaminan mutu melalui pengisian kuesioner yang dilakukan oleh LPMP Jatim. Sebab, LPMP tersebut kata Risman, merupakan lembaga perpanjangan tangan Kemendikbud.

“Kalau dari LPMP nanti akan ada 8 standar nasional pendidikan. Mulai dari literasi, hingga penanaman karakter. Kalau sekarang istilah belajar mengenai implementasi Pancasila,” jelasnya.

Risman melanjutkan, untuk pengisian kuesioner 8 standar itu bisa diisi sepanjang waktu, khususnya setiap ada perubahan sekolah secara berkala. Setelah pengisian, sekolah wajib memenuhi standar tersebut dan diberikan pendampingan oleh Disdik. Instrumen tersebut akan menjadi acuan evaluasi sekolah untuk memperbaiki mutu pendidikan masing-masing sekolah.

“Dari awal, sekolah harus memperbaiki mutu pendidikan setiap waktu tanpa harus menunggu AN atau pengisian kuisioner dari LPMP Jatim. Mulai dari pembenahan segi pembelajaran dan layanan pendidikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Bangkalan Dewi Ega mengatakan, untuk AN jenjang SD masih akan berlangsung pertengahan November tahun ini. “AN SD masih perdana, jadi saya harap AN ini dapat berjalan lancar tanpa kendala apa pun. Utamanya di daerah-daerah yang sulit dijangkau jaringan internet,” ungkapnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *