Tegaskan PAN Tidak Merekomendasi Siapa pun, Nama H. Fandi Usulan Bupati

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) NGOTOT: Sekretaris DPD PAN Pamekasan Heru Budi Prayitno bersikukuh kursi wabup adalah jatahnya.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANSekretaris gabungan partai koalisi Berbaur, Heru Budi Prayitno, menegaskan bahwa kursi wakil bupati (wabup) Pamekasan adalah jatah Partai Amanat Nasional (PAN). PAN dinilai paling berhak mendapat jatah itu dibandingkan partai koalisi lainnya, apalagi dibandingkan orang di luar partai koalisi.

Menurutnya, secara etika politik, orang luar Pamekasan tidak layak mendapat jatah kursi wabup. Bahkan, meski sebagai sesama kader PAN, H. Fandi dianggap tidak layak menjadi wabup di Pamekasan. Heru menyebut, H. Fandi tidak mendapat rekomendasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

“DPW dan DPP tidak mengeluarkan rekom ke siapa pun. Bahkan ketua DPD PAN Sampang itu tidak tahu,” ucap Heru.

Kemunculan nama H. Fandi, kata Heru, karena usulan dari bupati Pamekasan langsung. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta agar partai koalisi mendalami H. Fandi. Diyakininya, usulan tersebut atas permintaan para tokoh. Namun, meski DPW dan DPP PAN tidak mengeluarkan rekomendasi, menurutnya DPW dan DPP sudah paham bahwa kursi wabup jatah Heru.

“Karena dulu yang mengusung Raja’e itu PAN. Saya ini mantan ketua DPD, kan wajar,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dia juga menanggapi pernyataan pengamat politik, bahwa dalam proses pergantian wabup tidak bisa lepas dari praktik money politic. Dia mengaku tidak mampu untuk bermain praktik money politic. Meski tanpa money politic, namun secara etika politik, kursi wabup adalah jatahnya.

Heru mengatakan, munculnya figur luar Pamekasan ke dalam bursa calon wakil bupati (cawabup), adalah sesuatu yang wajar. Sebab kursi wabup sangat strategis untuk menjadi batu loncatan ke beberapa posisi strategis, terutama untuk maju sebagai bupati pada pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun 2024 mendatang.

Secara pengalaman dalam dunia birokrasi, Heru mengaku kalah jauh kepada Fattah Jasin. Fattah Jasin sudah malang melintang dalam dunia pemerintahan baik di Jawa Timur maupun di Pamekasan. Tidak hanya secara pengalaman dalam dunia pemerintahan, dia juga mengaku kalah dalam hal kekuatan finansial.

Diungkapkannya, peluang terbesar saat ini untuk terpilih sebagai wabup adalah tiga orang; Fattah Jasin, dirinya dan Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan H. Taufikurrahman. Kendati begitu, penentu kebijakan tetap ada pada bupati. Jika ketiganya tidak cocok kepada bupati atau tidak memenuhi kreteria bupati, maka bisa saja kursi wabup terus kosong.

“Karena wabup ini akan merasakan dua kali anggaran, yaitu anggaran 2022 dan 2023. Tahun 2024 kita sudah pemilu,” pungkasnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *