Tekan PAD, Disperindagprin Launching e-Pras

  • Whatsapp
KM/SUBHAN INOVATIF: Disperindagprin Kabupaten Sampang launching e-Pras guna meningkatkan pelayanan dan menekan kebocoran PAD pasar.

Kabarmadura.id/Sampang-Guna menekan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar rakyat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Kabupaten Sampang terus berinovasi dan meningkatkan pelayana publik, terbaru melaunching elektronik retribusi pasar (e-Pras) di Pasar Rongtengah, Selasa (16/7).

Dalam pelaksaannya, turut hadir Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, jajaran forkompinda, sejumlah pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Sampang, Lurah Rongtengah, kepala UPTD semua pasar rakyat dan para tokoh masyarakat serta para tamu undangan lainnya.

Kepala Disperindagprin Kabupaten Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, e-Pras merupakan salah satu program bupati dan wakil bupati dalam rangka mengurangi kebocoran PAD pasar dan meningkatkan pelayanan publik. Begitu e-Pras ini diberlakukan, maka pembayaran retribusi tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi pembayaran langsung melalui kartu dan terupdate di Disperindagprin, BPPKAD dan Bank Jatim setempat.

Selain itu, e-Pras itu merupakan penyederhanaan sistem penarikan retribusi yang lebih aman, efisien, transparan, sehingga target PAD pasar pasti terpenuhi.

“Hari ini, para pedagang membayar retribusi, otomatis terpantau di kami, BPPKAD maupun Bank Jatim. Target PAD Pasar Rongtengah tahun ini sebesar Rp111 juta, pada pertengahan triwulan dua ini sudah mencapai 55 persen,”ucap Wahyu Priharto kepada Kabar Madura. Kemarin.

Setelah launching e-Prast di Pasar Rongtengah, nantinya akan di terapkan di semua pasar rakyat. Dalam waktu dekat ini, e-Prast akan diterapkan di Pasar Pengarengan, Pasar Srimangunan dan Pasar Margalela, kemudian dilanjutkan di pasar-pasar lainnya.

Aplikasi e-Pras itu merupakan inovasi baru, jika nanti semua pasar rakyat sudah menerapkannya, tinggal pengembangan menggunakan sistem barkotnya. Dari 150 pedagang di pasar Rongtengah, sudah 120 pedagang memakai e-Pras, sedangkan sisanya sebanyak 30 pedangan setelah launching ini sudah harus memakai semua.

“Ini adalah awal para pedagang diperkenal e-Pras, tetapi nantinya semua pasar wajib menerapkan, hanya saja dilakukan secara bertahap. e-Prast ini jelas lebih efektif dan efisien dan target PAD pasar bisa terpenuhi,”ungkapnya.

Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan, e-Pras ini adalah bentuk inovasi untuk meningkat playanan kepada masyarakat. Ini menjadi pilot project kedepan, karena mayoritas pasar di Kota Bahari butuh perbaikan,inovasi dan ditingkatkan kebersihannya.

“Tentunya, kami sangat mengapresiasi atas terlaksananya laucing e-Pras ini dan berharap bisa menaikan PAD pasar, sebab target PAD pasar di 2021 mendatang sebesar Rp200 miliar lebih,”singkatnya. (sub/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *