oleh

Tekankan Pembangunan Lanjutan Gedung Dewan Bangkalan Sesuaikan RAB

Kabarmadura.id/Bangkalan– Proyek lanjutan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan mulai dikerjakan. Pengerjaan tersebut mendapat pengawasan serius. Pasalnya, Komisi C tidak ingin kecolongan lagi seperti tahun sebelumnya yang melebihi target dan diduga tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB).

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir menuturkan, telah melakukan peninjauan pembangunan tersebut. Katanya, dia memastikan pelaksanaan proyek tidak sama dengan pengerjaan sebelumnya. Dari sisi kualitas dia mengaku, sudah melihat banyak peningkatan.

“Saya apresiasi, pembangunan tahun ini sudah ada peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ada kemajuan, Alhamdulillah,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Menurut Musawwir, ada atensi khusus darinya bahwa gedung tersebut akan dijadikan tempat rapat dan icon lokasi tempat bekerja legislatif. Dia menekankan, pihak ketiga jangan sampai pengerjaannya seperti tahun sebelumnya. Yakni asal-asalan dan kurang memperhatikan kualitas pengerjaan.

Masih menurut Musawwri, jika lokasi tanah di gedung itu merupakan tanah bergerak. Jadi harus diprioritaskan mengenai kualitas dan kuantitas pembangunannya. Dari pagar misalnya, dia mencontohkan jangan sampai dapat 1 tahun mulai ambruk.

“Kami rekomendasikan gedung DPRD yang baru itu agar kualitasnya terjaga tidak perlu lelang kedepannya,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus memantau pembangunan lanjutan proyek gedung tersebut. Dia juga mewanti-wanti agar pihak ketiga melakukan pengerjaan sesuai dengan target, tahun ini harus selesai. Karena masa kontrak masih berjalan 2 bulan dan target masih lama, dia meminta jangan sampai kejar tayang pembangunannya.

“Takut kalau kejar tayang hasilnya mengecewakan. Kualitas harus dijaga dan jangan sampai hanya mencari keuntungan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan Nur Taufiq mengatakan, anggaran untuk proyek pembangunan lanjutan gedung itu tinggal Rp5 miliar setelah refocusing. Dimana anggaran kontrak Rp4,8 yang hanya mampu untuk melakukan pembangunan bagian pagar, musholla dan warehouse saja.

“Pengerjaannya plus minusnya sekitar 15 persen, SPK (Surat Perintah Kerja)-nya mulai 20 Juli kemarin. Kalau targetnya akhir tahun ini harus selesai,” paparnya.

Mengenai pelaksananya, Nur Taufiq menuturkan, bahwa bukan CV Gala Karya yang menangani pembangunan sebelumnya. Dia mengatakan, pihak ketiga untuk proyek lanjutan ini dari PT Suramadu Konstruksi.

“Kalau kami minta pelaksana ini mengerjakan sesuai RAB. Baik secara kualitas dan kuantitas dan tentunya tepat waktu,” tandasnya.(ina/mam)

Komentar

News Feed