oleh

Telan Rp1,3 M, Gedung Dekranasda Dibiarkan Mangkrak

Kabarmadura.id/Sampang-Keberadaan bangunan gedung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sampang yang terletak di sebelah timur kantor KONI di Jalan Wijaya Kusuma terkesan mubazir, karena hingga kini masih dibiarkan mangkrak.

Gedung yang dibangun oleh Pemkab Sampang pada tahun 2019 lalu dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar tersebut belum dimanfaatkan. Melihat kondisi tersebut, Ketua LSM Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang Moh. Sidik sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, gedung tersebut dibangun dengan menggunakan uang rakyat, tetapi tidak kunjung difungsikan sebagaimana mestinya.

Gedung Dekranasda yang bakal diperuntukkan sebagai sentral produk unggulan Kabupaten Sampang, seperti batik, camilan dan semacamnya itu harusnya sudah beroperasi sejak awal 2020. Namun hingga sekarang tetap dibiarkan mangkrak.

“Untuk apa sebenarnya gedung Dekranasda ini dibangun? jika hanya dibiarkan mangkrak seperti ini, bangunan ini sudah tahun lalu yang selesai, mestinya sudah dimanfaatkan sesuai peruntukannya, sehingga tidak mubazir,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Didik itu membeberkan, keberadaan Dekranasda tersebut seyogianya berfungsi untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan hasil kerajinan serta melakukan proses pembinaan, penemuan dan penggunaan teknologi baru.

Selain itu, menanamkan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya seni kerajinan dan mempromosikan produk-produk hasil kerajinan, khususnya di kota Bahari. Jadi, keberadaan gedung Dekranasda itu mestinya dapat memajukan kerajinan dan produk unggulan daerah.

“Kalau gedungnya saja tidak dimanfaatkan, bagaimana bisa menampung dan mempromosikan produk unggulan Sampang. Kami harap gedung ini segera difungsikan,” ungkap Didik.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang Abd. Hannan menjelaskan, belum dioperasikannya gedung Dekranasda tersebut lantaran terkendala anggaran untuk pengadaan aksesorisnya. Awalnya sudah dianggarkan tahun ini, tetapi terdampak pemangkasan akibat Covid-19.

Lanjut dia, sebetulnya gedung itu tidak mangkrak, hanya saja masih menunggu kelengkapan aksesorisnya. Untuk itu, dirinya berjanji akan mengajukan kembali ke TAPD untuk biaya pengoperasiannya dan melengkapi perangkat dan peralatan yang dibutuhkan.

“Bukan mangkrak, pengoperasian gedung Dekranasda ini masih menunggu kelengkapan aksesorisnya saja, kebetulan tahun ini terkendala anggaran. Tapi kami upayakan segera dimanfaatkan,” kelitnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed