Telan Rp1,6 M, 22 Kios di Bangkalan Mangkrak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MANGKRAK: Para Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan mengecek bangunan kios di Stadion Kerapan Sapi Moh Noer.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Ketersediaan puluhan kios di Stadion Karapan Sapi Moh Noer Bangkalan belum dimanfaatkan. Padahal, besaran anggaran pembangunan tersebut cukup fantastis. Yakni, Rp1,6 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) 2019. Mirisnya, meski pembangunan tuntas sejak 2020 kemarin, penggunaan kios mangkrak sejak pertengahan 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh Hasan Faisol mengatakan, terdapat 22 kios di lokasi tersebut. Hanya saja, hingga saat ini belum ada penyewa yang akan menempati ketersediaan kios. “Bangunannya memang sudah selesai, tapi yang mau sewa belum ada,” ujarnya, Minggu (11/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sesuai rencana akan menyewakan kios tersebut kepada penduduk sekitar. Namun, kurang mendapatkan respon yang baik lantaran dinilai sepi. Sehingga, tidak akan maksimal untuk dijadikan tempat jualan. Apalagi, di lokasi tersebut ramai pada saat ada kegiatan karapan sapi.

“Jika tidak ada kegiatan, jarang ada masyarakat yang mau bersantai. Sedangkan saat ini, kegiatan karapan sapi belum boleh diadakan,” kilahnya.

Mantan Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) itu juga menjelaskan, sebelumnya sempat merencanakan akan menempatkan wahana liburan di sekitar stadion. Dengan harapan, kios bisa disewa dan bisa menambah target pendapatan asli daerah (PAD).

“Tapi, karena sejak Maret 2020 lalu kondisinya sudah pandemi, kami belum bisa merealisasikannya. Insyallah, jika nanti masa pandemi selesai, ketersediaan kios bisa segera dimanfaatkan. Kami juga akan menyiapkan rencananya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota komisi D DPRD Bangkalan Subaidi menilai, mangkraknya kios merupakan kelalaian dan bentuk kurang seriusnya pemerintah. Sehingga, kios belum juga digunakan meski sudah setahun berlalu. “Kios ini sudah lama selesai, kalo belum menemukan penyewanya, ya berarti mereka tidak maksimal mencari,” responnya.

Menurutnya, jika penawaran penempatan kios bisa dilakukan secara terbuka, tentu kemungkinan besar banyak peminat dan pengusaha yang akan melirik. Apalagi dimasa pandemi, seandainya kios itu sudah ditempati, maka bisa membantu para pengusaha kecil tetap mendapatkan penghasilan, meskipun nanti pengambilan retribusi juga menyesuaikan.

“Setidaknya kalau nanti sudah dibuka, keramaian itu akan mengikuti. Marilah saling mengisi, setidaknya ini upaya untuk membantu mensejahterakan rakyat,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *