Telan Rp2,1 Miliar, TPSP di Desa Buluh Bangkalan Belum Beroperasi

(KM/FATHUROHMAN) KOKOH: Meski pembangunan gedung tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan sudah tuntas belum juga ada aktivitas pengelolaan. 

KABARMADURA.ID | Bangkalan-Pembangunan gedung untuk reaktivitas tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Buluh, Kecamatan Socah menjadi tempat pembuangan sampah terpadu (TPSP) menghabiskan Rp2,1 miliar. Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai operasi TPST. Apalagi, belum terpasang mesin pengelolaan sampah. 

“Untuk mesinnya masih tahap penyelesaian dari pihak ketiga. Tugas kami, hanya menyediakan fasilitas gedung. Kalau mesinnya, kewenangan PT. Rajiki sekaligus pengelolaannya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Yudistira, Senin (28/2/2022). 

Pihaknya berjanji, selain pihak ketiga juga akan melibatkan warga setempat dalam pengelolaan TPST. Terutama mengenai, tenaga kerja. Apalagi, sebelumnya muncul penolakan dari warga untuk menutup aktivitas pengelolaan sampah. Sehingga instansinya berinisiatif untuk merubah pengelolaannya menjadi TPST.

Bacaan Lainnya

“Ketika nanti sudah lengkap dengan mesinnya, insyallah akan segera dioperasikan. Tentunya, kami juga akan melibatkan warga setempat dalam pengelolaannya,” janjinya.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Bangkalan H. Musawwir menuturkan, seharusnya dalam pengelolaan sampah ada solusi konkret. Sehingga dalam pengelolaannya tidak menjadi persoalan pelik setiap tahun. Bahkan pihaknya mendorong, agar DLH segera mengoperasikan TPST. Sehingga persoalan sampah bisa teratasi. 

“Jangan bertele-tele dalam mengelola sampah, DLH harus menjemput bola, jika hanya menunggu terus, kapan akan selesai. Mereka harus punya terobosan baru agar persoalan sampah ini tidak melulu menjadi persoalan tahunan,” responnya. 

Reporter: KM63

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.