Telat Audit Fraud, APS Bakal Kembali Mendemo BSI Sumenep

News169 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Kasus dugaan fraud atau penipuan perbankan senilai Rp60 miliar yang diduga dilakukan oknum berinisial S belum ada titik terang. Di mana dokumen terkait kasus tersebut belum diserahkan Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada aparat penegak hukum (APH).

“Belum ada, mereka baru melakukan audit setelah kami protes lewat aksi yang lalu. Jadi bisa saja audit belum tuntas,” ujar Sulaisi Abdurrazaq, penasihat hukum korban, kepada Kabar Madura, Minggu (26/3/2023).

Sulaisi mengungkapkan, aksi fraud yang diduga dilakukan S ini ternyata tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, melainkan di beberapa daerah lain. Informasi ini dia ketahui dari BSI Jatim.

Baca Juga:  Kemenag Sampang Berikan Penghargaan Bagi Peraih Juara Porsadin ke-5 Jatim

“Menurut BSI Jatim, ada Sumenep, Surabaya dan Mojekerto. Jadi sangat banyak kerugian BSI,” terang Sulaisi

Sulaisi juga menegaskan akan tetap mengawal kasus tersebut. Untuk itu, pihaknya bersama berbagai kelompok masyarakat akan kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras) lanjutan ke Kantor Cabang Pembantu (KCP) BSI Sumenep. Unras tersebut rencananya akan dilaksanakan Senin, 27 Maret 2023.

“Adapun maksud dan tujuan aksi guna menyikapi dugaan kejahatan perbankan atau fraud puluhan miliar rupiah di BNI Syariah/BSI Sumenep,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Sulaisi meminta keseriusan BSI dalam menangani kasus tersebut. Dia menyebut, dalam aksi nanti ada dua hal yang menjadi tuntutan mereka. Pertama, meminta pengembalian uang nasabah seratus persen ke rekening masing-masing nasabah. Kedua, meminta agar diserahkan data terkait dugaan fraud yang diduga dilakukan oknum S dan BNI Syariah/BSI sekitar Rp60 miliar.

Baca Juga:  Sumenep Kekurangan 1.412 Guru ASN, Rekrutmen hanya Penuhi 182 Guru

“Serahkan data hukum terkait, kepada aparat penegak hukum, guna percepatan penyelesaian kasus tersebut,” pungkasnya.

Pewarta: KM68

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *