oleh

Tembakau Jawa Dilarang Masuk ke Daerah Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan – Guna memproteksi bebasnya tembakau Jawa untuk masuk ke wilayah Madura, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melakukan langkah strategis. Yakni melarang tembakau jawa masuk secara bebas ke daerah. Hal ini diungkapkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kusairi, Senin (24/82020).

Pihaknya berjanji akan selalu siaga untuk memantau tembakau yang masuk ke daerah. Bahkan menyiapkan beberapa tindakan, jika ditemukan tembakau jawa masuk ke daerah. Menurutnya, tembakau hijau maupun tembakau kering tidak bisa secara bebas mengangkangi daerah Pamekasan selama periode panen tembakau.

Masa efektif program tersebut selama tiga bulan: pra panen, saat panen dan pasca panen. “Meski tidak 24 jam, tapi kami akan lebih intens, sejumlah personel sudah kami siapkan,” tegasnya.

Dia menegaskan dampak buruk kondisi pergerakan harga tembakau madura selama ini bergantung pada masuknya tembakau jawa ke daerah. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan trantib kecamatan agar ikut memproteksi pergerakan tembakau Jawa. Selain itu, akan mencatat nomor polisi kendaraan yang terbukti membawa tembakau masuk ke daerah.

“Terkadang ada warga yang nakal, tetap memaksa masuk dengan dalih akan dikirimkan ke Kabupaten Sumenep, namun saat dipantau ternyata diturunkan di daerah Kabupaten Pamekasan. Biasanya kami kesulitan, karena mengaku ke Sumenep ternyata tidak ke Sumanep, saat dilakukan penjagaan ternyata diturunkan di Pamekasan,” tukasnya.

Kusairi menilai perlu ada sinergi antara empat kabupaten lain di daerah Madura. Sebab jika hanya Kabupaten Pamekasan yang memproteksi semantara kabupaten lainnya tidak, maka tembakau jawa masih berpotensi berkeliaran secara bebas antar kabupaten di Madura.

Hanya saja, pihaknya tidak memiliki kapasitas lebih untuk melakukan proteksi di wilayah perbatasan Madura-Surabaya. Baginya yang berwenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Karenanya penting adanya peraturan Gubernur terkait kebijakan tersebut.

“Itu yang diinginkan pak Bupati, jadi Kabupaten di Madura dapat bersinergi demi masa depan tembakau madura,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin menjelaskan, masuknya tembakau jawa ke Madura menjadi salah satu penyebab utama merosotnya tembakau madura. Untuk itu dia berharap penegak Perda dapat bertindak tegas terhadap hal tersebut.

Namun Sjaifuddin menyayangkan tidak nututnya pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tata niaga tembakau. Sebab masyarakat Pamekasan telah memasuki masa panen tembakau sementara raperda tata niaga tembakau masih lama untuk diselesaikan.

“Kami telah menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya yaitu meningkatkan piola kemitraan dengan Pabrikan,” responnya. (ali/ito)

 

 

Komentar

News Feed