Temukan 3 Kasus Baru Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) KASUS: RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan per 5 Mei merawat 3 pasien Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Meski beberapa hari lalu Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai salah satu kabupaten yang selama sebulan terbebas dari pasien yang terinfeksi Covid-19. Namun hal itu tidak menjamin status itu bertahan selamanya. Terbaru, ditemukan 3 orang yang terinfeksi Covid-19 yang saat ini sedang dirawat di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan.

Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat, untuk kondisi satu bulan terakhir dalam penanganan Covid-19 di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam sudah bisa dinyatakan tidak ada warga yang terinfeksi Covid-19, namun pada Rabu pagi (5/5/2021) sudah ada 3 orang yang dirawat di ruang isolasi di RSUD SMart, 2 di antaranya berasal dari Pamekasan dan 1 orang diantaranya berasal dari Omben Sampang.

Bacaan Lainnya

“Jadi kami hari ini sedang merawat 3 pasien terinfeksi Covid-19, semuanya berjenis kelamin perempuan, Ny. M, umur 59 tahun, Ny E, umur 21 tahun, dan Ny I 22 tahun,” paparnya, Rabu, (5/5/2021).

Lebih lanjut, 2 orang di antaranya merupakan seorang mahasiswa yang kuliah di luar Pamekasan, sedangkan 1 orang lainnya berasal dari Kabupaten Sampang seorang ibu rumah tangga, dan kondisinya saat masih dalam penangan khusus dari petugas di RSUD SMart, sehingga nantinya jika sudah dinyatakan tidak terinfeksi Covid-19 bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

“Yang berasal dari Pamekasan sudah hampir 1 bulan tidak ada kasus positif Covid-19,” ulasnya.

Dia memprediksi pada 2 minggu setelah lebaran Hari Raya Idul Fitri di Pamekasan akan terjadi lonjakan kasus pasien yang terinfeksi Covid-19. Hal itu  karena selain banyak orang yang pulang kampung, masyarakat masih belum sepenuhnya menerapkan protokol Covid-19 dalam aktivitas kesehariannya.

“Saat orang hidup tanpa batas, orang bisa kemana-mana, orang bisa jadi suasana puasa lebaran, orang tidak ada yang periksa kerumah sakit, kalau mau melihat realnya nanti tunggu lebaran 2 minggu, karena di tempat lain itu melonjak yang terinfeksi Covid-19,” tukasnya. (rul/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *