Temukan Bangunan Faskes di Pamekasan Berdiri di Luar Aset Pemkab

News98 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Sejumlah lahan yang dijadikan sebagai tempat atau fasilitas kesehatan (faskes), utamanya di bawah koordinasi pusat layanan kesehatan (puskesmas) masih banyak yang berdiri di luar aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin, Senin (11/9/2023). 

Dia mengaku, tahun ini mulai melakukan pendataan terhadap beberapa faskes. Tujuannya, agar bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi atas kepemilikan lahan yang sudah lama difungsikan sebagai layanan kesehatan. Bahkan diketahui, empat faskes di bawah koordinasi Puskesmas Waru hingga saat ini masih berdiri di lahan bukan milik atau aset pemkab. ‘

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Kemudian, ada tiga faskes dengan kasus yang sama di bawah koordinasi Puskesmas Bandaran. Sehingga, tim internal instansinya hingga saat ini terus mengoptimalkan pendataan faskes yang berdiri di atas lahan bukan aset pemkab di 13 kecamatan.

Baca Juga:  Gebyar Bazar Ramadan 2024 di Pamekasan hanya Libatkan 50 Pelaku UMKM

“Kami inginkan semua clear, yang belum menjadi aset daerah bisa perjelas dan dilakukan sertifikasi, nanti Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) yang akan melakukan komunikasi, setelah didata, dilanjutkan ke registrasi untuk ditindak lanjuti. Kami tugasnya hanya mendata,” ujarnya kepada Kabar Madura. 

Pihaknya menuturkan, untuk sertifikasi aset faskes akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan BPKPD. Namun untuk proses sertifikasi aset, tidak bisa diselesaikan tahun ini. Sebab membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, khusus faskes yang dimugkinkan bisa segera proses sertifikasi akan diprioritaskan. 

Baca Juga:  Tak Tergoyahkan! Inilah Statistik Mentereng Madura United

“Idealnya semua aset Pemkab Pamekasan legal, semua ada bukti portupoliunya bahwa itu milik pemerintah daerah,” tuturnya.   

Terpisah, Kepala BPKPD Pamekasan Sahrul Munir mengaku, hasil inventarisasi aset kesehatan di 13 kecamatan yang dilakukan Dinkes Pamekasan belum diterima. Bahkan mendesak agar bisa diusahakan untuk bisa segera diproses. “Secara terperinci belum ada laporan ke kami, mungkin belum selesai pendataannya,” responnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *