Temukan Kelebihan Bayar Renovasi Pasar Senenan Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) DIPERIKSA: Proyek renovasi Pasar Senenan ditemukan ada kekurangan volume pembangunan. Sehingga ada kelebihan dana pada proyek tersebut.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Proyek renovasi Pasar Senenan di Jalan KH Zainul Alim Bangkalan ditemukan ada kekurangan volume bangunan. Sehingga ada kelebihan dana bayar sekitar Rp31 juta. Temuan tersebut berdasarkan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2020.

Dalam hasil pemeriksaan itu, BPK juga menemukan kekurangan kayu bekisting yang tidak digunakan pada proyek pasar di tengah Kota Dzikir dan sholawat tersebut.

Bacaan Lainnya

Kekurangan volume bangunan ditemukan pada item beton dan aluminium composite panel juga menjadi temuan dalam proyek bernilai Rp1 Miliar tersebut.

Sementara pemenang tender pengerjaan pembangunan dengan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) adalah CV Perdana dengan nilai kontrak Rp999. 894. 233. 47.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Bangkalan Roosli Soeharyono menyampaikan, mengenai adanya kelebihan bayar pada proyek Pasar Senenan itu bukan menjadi temuan BPK. Hanya saja ada kelebihan bayar dan segera dikembalikan.

“Memang ada kelebihan bayar, tapi tidak menjadi temuan BPK karena kami sudah mengembalikan,” katanya.

Dikatakan Nonok, sapaan akrabnya, jika memang menjadi temuan BPK, tentu dirinya akan dikenakan sanksi dan pidana. Sebab, kelebihan bayar itu dinilai tidak sesuai dengan perencanaan yang sudah diteken dengan pihak ketiga.

“Kalau saya macam-macam, sudah pasti sekarang ditangkap,” ucapnya.

Sehingga, tidak ada permasalahan pada proyek pembangunan Pasar Senenan tersebut. Karena pemerintah kabupaten sudah mengerjakan semua sesuai prosedur.

“Kami sudah sesuai prosedur. Ketika tau ada pengembalian, langsung kami kembalikan ke kas daerah (kasda),” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menilai, pembangunan dengan anggaran Rp1 Miliar itu tidak dilakukan dengan serius. Sebab, diketahui pengerjaan ada kelebihan bahan dan kekurangan volume.

“Kalau sampai ada kelebihan dan kekurangan ini kan jelas sudah tidak sesuai dengan rencana kontrak di awal,” paparnya.

Politisi Demokrat itu meminta agar Dinas Perdagangan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Seperti yang sebelumnya terjadi pada Pembangunan Pasar Tanah Merah.

“Ke depan ada dua pasar yang menjadi mega proyek pembangunan mereka, nanti akan kami pantau,” ulasnya mengakhiri.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *