Tentang Santri Kembali ke Pondok, Kemenag: Ikut Kebijakan Pesantren

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KEMBALI: Kebijakan untuk santri kembali ke pondok dalam masa wabah Covid-19 dipasrahkan ke pesantren masing-masing.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep memberikan kebebasan kepada pondok pesantren dalam membuka kegiatan pembelajaran. Plt Kepala Seksi Kasi Pondok Pesantren Kemenag Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim mengatakan, untuk kebijakan balik pondok dipasrahkan kepada pesantren masing-masing.

“Jadi, tidak apa-apa walaupun anak pondok balik ke pondoknya atas kebijakan pesantrennya,” katanya, Minggu (9/8/2020).

Bacaan Lainnya

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pondok pesantren. Misalnya, pertama, pesantren harus membentuk gugus tugas Covid-19. Kedua, melengkapi pesantren dengan sarana prasarana yang mendukung terlaksananya protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, dan sebagainya. Selanjutnya, pesantren tersebut dinyatakan aman dan sudah melengkapi dengan sarana prasarana protokol kesehatan yang dibuktikan dengan adanya keterangan dari gugus tugas Covid-19 daerah setempat. 

“Semuanya sangat penting bagi pondok yang hendak diaktifkan,” paparnya. 

Ia menambahkan, ada sebanyak 388 pesantren di Sumenep yang aktif dalam kegiatan ajian kitab dan aktivitas keagamaan lainnya. Ia berharap, semua pondok pesantren menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19. 

“Apabila disiapkan secara matang dan disertai protokol kesehatan yang ketat maka aktivitas pesantren dapat berjalan sesuai harapan,” paparnya. 

Dia mengakui, dipasrahkannya pada pondok pesantren karena santri saat ini khawatir keluyuran dan identitas kesantriannya akan hilang karena beberapa bulan sudah ada di rumah.

Menurutnya, bagi pondok pesantren yang santrinya balik pondok tetapi tidak mematuhi protokol kesehatan, maka pesantrennya akan diberikan teguran secara lisan dan kemudian disarankan untuk balik ke rumah. 

“Kami sudah sosialisasi ke seluruh pondok pesantren di Sumenep,” ujarnya. 

Sementara salah satu pengasuh Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah itu Kiai Badrid Tamam mengatakan,  di pesantrennya sudah balik pondok sejak 1 minggu yang lalu dengan menerapkan protokol kesehatan. Aktivitas di pondok, yakni ajian kitab kuning, mengaji Al Quran, salat berjamaah serta pembekalan ilmu kemasyarakatan dan akhlakul karimah berlangsung seperti biasanya.

“Banyak santri yang sudah balik pondok dengan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *