Tepis Tudingan Tak Berkontribusi

  • Whatsapp
KLAIM: PT. GSM besarta anak perusahaanya mengklaim sudah setor PAD ke Pemkab mencapai puluhan miliar.

Kabarmadura.id/Sampang-Tudingan minimnya kontribusi PT. Geliat Sampang Madiri (GSM), terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sampang, sejak didirikan pada tahun 2008 lalu ditepis. Hal itu berdasar pengakuan PT GSM yang mengklaim sudah memberikan kontribusi pendapatan senilai Rp29 miliar.

Direktur Utama PT. GSM R. Herman Susyanto mengatakan, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, diperoleh dari hasil kerja sama dengan pihak ketiga. Sebab, diakuinya, perusahaan tersebut selama ini hanya mencari pekerjaan ke pihak ketiga.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim, setiap pendapatan yang diperoleh dari hasil kerja sama itu rutin disetor ke PAD. Meski dirinya mengakui, jika besaran dividen yang dihasilkan sangat fluktuatif, tergantung dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga.

Menurutnya, pada tahun 2017 lalu, PT. GSM menghasilkan dividen Rp33 juta, akan tetapi dalam kesepakatan RUPS tidak disetor ke PAD atau pemilik saham. Melainkan dijadikan dana cadangan. Namun pada tahun 2018-2020 ada kontrak kerjasama dengan pihak ketiga yang hasilnya diklaim disetor pada PAD Sampang.

“Kontribusi PT. GSM tahun 2018 yang disetor sebagai PAD senilai Rp268 juta, sementara total kontribusi pada Pemkab sejak perusahaan ini berdiri sudah mencapai Rp29 miliar,” klaim R. Herman Susyanto, Minggu (18/8).

Sesebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Sampang Iwan Efendi menilai, kontribusi BUMD, khususnya PT. GSM beserta anak perusahaannya beberapa tahun terakhir sangat rendah, makanya pengelolaan perusahaan daerah itu, perlu dievaluasi.

Alasannya, kata Iwan, perusahaan sudah tidak berjalan sesuai fungsi dan tujuannya yang tertuang dalam peraturan daerah (Perda) nomor 8 tahun 2018 tentang pendirian PT. SGM, yakni, meningkat PAD dan menjamin efektifitas pelaksanaan usaha dan semacamnya.

“Kontribusi PT. GSM selama ini, masih sangat rendah dan perlu di evaluasi, kerna nilai kontrak kerja dengan pihak ketiga yang dijalankan mencapai puluhan miliar, tetapi kontribusi ke PAD nihil, kami minta untuk segera di evaluasi,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, pada tahun 2017-2018, PT. GSM melakukan kontrak kerja dengan pihak ketiga sebesar Rp6,3 miliar dengan realisasi penyerapan 100 persen. Tetapi dividen sebesar Rp33 juta tidak dimasukkan ke PAD dengan alasan kesepekatan RUPS.

Kemudian, pada tahun 2018-2020, perusahaan yang merupakan holding company dari PT. Sampang Sarana Shorebase (SSS) dan PT. Sampang Mandiri Perkasa (SMP) itu, kembali melakukan kontrak dengan pihak ketiga sebesar Rp19,6 miliar dengan realisasi serapan dari nilai kontrak sudah sekitar 80 persen.

BUMD yang sudah berusia lebih dari 10 tahun itu, selama ini dinilai minim kontribusi terhadap PAD Sampang. Namun hal itu ditepis. PT GSM mengklaim sudah memberikan kontribusi berupa pendapatan pada Pemkab senilai Rp29 miliar selama berdiri. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *