Terapkan e-money untuk Tingkatkan Pelayanan Retribusi KIr Kendaraan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) INOVATIF: Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dishub Kabupaten Sampang tingkatkan, dan permudah pelayanan uji kir dengan menerapkan pembayaran melalui e-money.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Terhitung mulai 1 Januari 2021, Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, menerapkan pembayaran retribusi secara non tunai dengan menggunakan sistem pembayaran elektronik atau e-money. Salah satu tujuannya, demi meningkatkan pelayanan retribusi uji kendaraan (kir).

Kepala UPT PKB Dishub Kabupaten Sampang Mamik Susriniwati menuturkan, proses pembayaran retribusi kir sudah bisa melalui e-money. Perubahan sistem pembayaran itu, merupakan inovasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam proses pengurusan kir di daerah yang berjuluk Kota Bahari. Menurutnya, penerapan e-Money menjadi persyaratan mutlak untuk kenaikan akreditasi UPT kedepannya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, agar mampu meminimalisir adanya pungutan liar (pungli) , serta menyesuaikan dengan era saat ini. “Mulai tahun ini, kami (UPT PKB Dishub Sampang red) mulai menerapkan pembayaran uji kir secara e-money dengan harapan dapat mempermudah proses pelayanan,” tutur Mamik kepada Kabar Madura, Rabu (20/1/2021).

Dirinya menguraikan, penerapan e-money selaras dengan intruksi bupati, agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya visi Sampang Hebat Bermartabat. Adapun output e-money tersebut, tetap bisa mencapai, bahkan bisa melampaui target pendapatan asli daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari jasa pelayanan uji kir. Sehingga, harus terus berinovasi tingkatkan pelayanan.

“Harapan kami, kedepannya tetap bisa memenuhi target PAD uji kir dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya menjelaskan, pada tahun 2020 kemarin realisasi PAD uji kir di Kabupaten Sampang berhasil melampaui target yang sudah ditetapkan, bahkan diakuinya pada tahun ini, target uji kir akan dinaikan disesuaikan dengan peraturan daerah (perda) terbaru. “Untuk perda kenaikan tarif dan terget PAD uji kir ini, kemungkinan baru akan selesai bulan Maret mendatang, jadi setelah itu baru bisa diterapkan tarif yang baru,” jelasnya. (sub/ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *