Terapkan Penghitungan Kilometer Air Berbasis Digital, Tagihan PDAM Semakin Meningkat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIKELUHKAN: Pelayanan Perumdam Tirta Jaya masih banyak dikeluhkan pelanggan karena air tidak lancar dan tagihan naik.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan kini telah berganti nama menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Pamekasan. Namun, hanya namanya saja yang berubah, sementara kualitas pelayanannya tetap. Bahkan, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pamekasan menyebut, pelayanan tambah buruk.

Banyaknya keluhan dari para pelanggan sebagian besar karena tidak lancarnya saluran air serta naiknya tarif setiap bulan. Pejabat sementara (Pjs) Direktur Perumdam Tirta Jaya Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, tidak ada kenaikan tarif. Hanya saja, saat tarif air masih rendah, ia mengaku pihaknya menghitung kilometer dengan catatan manual, sehingga rawan terjadi kesalahan.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, kini pihaknya telah menerapkan penghitungan kilometer air secara digital menggunakan sebuah aplikasi berbasis android. Aplikasi tersebut dinilai memiliki akurasi yang lebih tinggi, sehingga setiap tetes air dapat dihitung. Karena itulah, menurutnya, tarif air terkesan lebih tinggi dari sebelumnya.

“Karena kami sudah mengubah sistem, dari manual ke digital. Satu tetes pun tidak bisa menghindari, tetap diketahui,” terangnya.

Agoes menguraikan, tarif air bersih nilainya bervariasi. Dalam jumlah konsumsi 0 sampai 10 meter kubik, pelanggan jenis sosial khusus seperti masjid dan gereja yaitu Rp2,6 ribu. Untuk pelanggan non niaga rumah tangga desa yaitu Rp2,9 ribu. Untuk non niaga rumah tangga kota yaitu Rp3,3 ribu. Untuk non niaga instansi pemerintah yaitu Rp5,9 ribu.

Sementara untuk tarif pelanggan jenis niaga kecil yaitu Rp5,2 ribu dan niaga besar sebesar Rp6,2 ribu. Sementara untuk pelanggan jenis industri kecil yaitu Rp6,6 ribu dan industri besar yaitu Rp9,9 ribu. Namun, dari semua wilayah layanan, hanya di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Pasean yang belum diterapkan penghitungan secara digital.

Agoes menghitung, total nilai tagihan air bersih pada bulan Mei 2021 untuk seluruh pelanggan di Pamekasan mencapai Rp1,2 miliar. Wilayah dengan tagihan tertinggi yaitu di kota dengan nilai tagihan Rp562 juta. Namun dari seluruh tagihan tersebut, hanya terbayar Rp859 juta. Kendati begitu, terdapat pembayaran tunggakan dari bulan sebelumnya sebesar Rp471 juta. Sehingga total penerimaan di bulan Mei mencapai Rp1,3 miliar. (ali)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *