Terapkan PPKM, Wisata di Bangkalan Dibatasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KHUSUK: Jemaah saat melakukan ziarah di makam Syaikhona Muhammad Kholil, Martajasah, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Imbas dari  pemberlakuan pergerakan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bangkalan, berimbas pada jumlah jemaah di tempat peribadatan. Bahkan, pengunjung wisata religi di beberapa tempat juga disediakan petugas untuk melakukan penjagaan.

Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bangkalan, Agus Sugianto Zein menyampaikan, Jemaah di tempat peribadatan dibatasi hanya 50 persen dari jumlah kapasitas tempat peribadatan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

”Ini nanti kami batasi, tapi berlaku pada empat kecamatan, yaitu Bangkalan Kota, Burneh, Socah dan Kamal.,” ujarnya.

Kata Agus, pembatasan di tempat peribadatan guna menghindari penyebaran Covid-19 yang belum kunjung usai. Tidak hanya tempat peribadatan, tetapi wisata alam, kuliner dan semua yang dapat menimbulkan keramaian juga dibatasi.

”Upaya memutus mata rantai di tempat-tempat kerumunan, di antaranya tempat ibadah,” katanya.

Pria yang juga menjabat Kadis Kominfo Bangkalan itu berharap, dengan adanya kebijakan PPKM skala mikro dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Selain itu, jika ada yang terpapar dapat dicegah secara dini.

“Bisa dicegah di desa masing-masing melalui posko yang dibentuk,” tegasnya.

Salah satu petugas penjaga di wisata religi Martajasah,  Zahron menuturkan, beberapa hari sebelum diputuskannya PKKM, jemaah masih banyak mengunjungi makam yang dipercaya paling keramat di Bangkalan. Tetapi semenjak dibatasi, pengunjung terus berkurang.

”Kalo sebelum dibatasi PKKM, ada sekitar 500 pengunjung setiap harinya, bahkan kadang lebih,” ujarya.

Menurut Zahron, pembatasan di wisata religi itu kurang tepat. Sebab, sebelumnya penerapan serupa juga dilakukan saat awal maraknya penyebaran Covid-19. Tetapi tidak bisa berjalan dengan maksimal. Hal itu karena kebanyakan dari pengunjung datang dengan rombongan. Sehingga sedikit kesulitan melakukan pembatasan.

”Saya pribadi tetap mengupayakan mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah, tapi pada pelaksanaannya memang sulit,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *