oleh

Terbentur Izin, RSU Sumekar Batal Layani Pasien Covid-19

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Terhambat peizinan, Rumah Sakit Umum (RSU) Sumekar gagal layani pasien Covid-19 di awal Februari 2021 ini. Rencana adanya rumah sakit swasta yang boleh melayani pasien Covid-19, lantaran tingginya pasien yang harus ditangani di rumah sakit milik pemerintah, bahkan hingga tidak mampu menampungnya lagi.

Ketua Yayasan Asri Husada Sumenep yang menaungi RSU Sumekar Ach. Novel mengakui, izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang diajukan belum turun.

“Awalnya direncanakan awal Februari, tetapi proses izin belum turun, ini menjadi penghambat,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Awalnya, kepastian izin turun di Februari, karena ada janji dari Pemprov Jatim. Tentang musabab batalnya izin itu, lantaranberkas yang diajukan dianggap perlu diperbaiki. Salah satunya terkait tenaga kesehatan (nakes).

“Sebenarnya kami sudah siap, namun izinnya belum turun,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Soal kesiapan sarana dan prasarana RSU Sumekar, sejauh ini sudah memiliki 21 unit tempat tidur, rinciannya, untuk very important person (VIP) sebanyak 3 tempat tidur, kelas I sebanyak 2, kelas II sebanyak 4 dan lainnya sebanyak 12 unit.

Instansinya sudah membuka pendaftaran, dan sudah melaksanakan tes untuk tenaga medis (nakes) yang akan melayani pasien Covid-19.Setidaknya ada 6 hingga 7 nakes yang siap, termasuk dokter, ditambah petugaskebersihan, pemulasaran jenazah dan lainnya.

“Akan dibukanya (melayani pasien Covid-19) tersebut karena melihat perkembangan Covid-19 saat ini masih tinggi,” paparnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 melalui rilis Dinas Komunikasi dan informasi (Diskominfo) Sumenep, peta sebaran Covid-19 hingga 8 Februari 2021, suspek sebanyak 63 orang, kasus terkonfirmasi sabanyak 1.685 orang, meninggal dunia sebanyak 103 orang dan pasien terinfeksi yang selesai isolasi sebanyak 1.551 orang.

Manajemen RSU Sumekar juga mengundang psikolog sarta para tokoh agama untuk memberikan pemahaman terhadap nakes tentang cara melayani pasien Covid-19 yang tidak menyalahi aturan agama.

Perawat yang akan melayani pasien Covid-19, dibagi dalam dua sampai tiga shift.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed