Terbuai Rayuan di Medsos, Gadis 14 Tahun Jadi Korban Pemerkosaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) INTEROGASI: Tersangka pencabulan anak di bawah umur sedang menjalani pemeriksaan di Polres Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kasus yang menjerat pelaku pencabulan anak di bawah umur telah berhasil diamankan oleh Polres Bangkalan. Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui pelaku yang berprofesi sebagai penjual sate tersebut melakukan aksi bejatnya sambil mengancam korbannya berinisial S (14) akan dibunuh jika tidak menuruti kemauannya.

Kepala Satuan (Kasar) Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Kasusnya masuk kategori pencabulan disertai dengan kekerasan. Pelaku pencabulan itu berinisial MF (21), sedangkan korban S yang merupakan pelajar di salah satu sekolah di Bangkalan.

“Yang melaporkan ibu S berinisial MD, seorang ibu rumah tangga. Kejadian tersebut terjadi dua kali, yang pertama terjadi pada 26 Juli 2021 lalu dan kejadian kedua pada 2 Agustus 2021,” jelasnya saat dihubungi via seluler.

Berdasarkan keterangan AKP Sigit, kronologis kasus itu berawal dari perkenalan keduanya dari sosial media (sosmed). Kemudian pada 26 Juli 2021, tersangka dan korban sepakat bertemu di daerah Kecamatan Tanah Merah. Tersangka ini menjemput korban, dan diajak ke rumah tante tersangka di daerah Kecamatan Modung.

“Di rumah ini terjadilah persetubuhan dengan kekerasan. Karena rumah tantenya tersebut sepi dan kosong, tersangka memaksa korban dengan mengancam S kalau tidak nurut akan dibunuh dengan cara mau digantung,” paparnya.

Karena takut, S akhirnya menuruti aksi bejat MF tersebut. Saat melakukan aksi tidak senonohnya, MF juga merekam adegan pencabulannya dengan S sebagai alat ancaman agar bisa melakukan aksi itu lagi bersama korban. AKP Sugi menyampaikan, proses perekaman itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan S.

“Videonya dijadikan alat untuk memeras korban agar mau melakukannya lagi. Korban diajak ketemuan, karena tidak mau, MF mengancam akan memviralkan videonya tersebut. Karena S takut, dia menurut dan dijemput di rumah korban dan dibawanya ke rumah tantenya yang di Modung itu lagi,” jelasnya mengenai kronologis kejadian kedua.

Aksi kedua itu, MF sempat ingin merekamnya kembali. Namun oleh S mengetahui dan handphonenya direbut oleh korban. Setelah direbut, S didorong oleh pelaku. Karena kalah tenaga, S terjatuh dan pada saat itu juga korban dipaksa melakukan pencabulan oleh MF.

“Akibat aksi bejat itu, pelaku terancam 5 hingga 15 tahun penjara. Pasal yang dilanggar pelaku pasa 81 ayat 1 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tukasnya.

Diketahui, pelaku hendak melarikan diri ke Jakarta saat aksinya diketahui oleh polisi. Tetapi, sebelum melarikan diri, polisi sudah menggerebek rumah tersangka untuk diamankan di Polres Bangkalan Kamis (19/8/2021) lalu. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *