Terbukti di Pengadilan Terlibat Pembunuhan, Status Legislator Belum Dicabut

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) Choirul Arifin: Kasi Pidum Kejari Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Status oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan yang dipidana lantaran terlibat kasus penembakan pada Mei lalu, belum diberhentikan dari statusnya sebagai anggota legislatif.

Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan telah menjatuhkan vonis terhadap legislator bernama Herman Finanda tersebut dengan hukuman enam tahun penjara. Sementara itu, kekosongan kursi di DPRD Bangkalan dan pemecatan masih menjadi pembahasan Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangkalan.

Ketua BK DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menyampaikan, hingga saat ini belum ada surat tembusan mengenai hasil persidangan tersebut. Sehingga, pemecatan sebagai anggota legislatif dan penggantian antar waktu (PAW) untuk mengisi kekosongan di Komisi A DPRD Bangkalan masih dalam tahap pembahasannya bersama anggota BK lainnya.

Bacaan Lainnya

“Belum ada, kami akan bahas dengan anggota lainnya mengenai hasil putusan sidang jika dinyatakan bersalah,” ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Sampai saat ini, dia masih menunggu surat masuk dari Fraksi Gerindra DPRD Bangkalan  untuk memutuskan siapa penggantinya. Sebab Herman Finanda di DPRD Bangkalan di bawah naungan Fraksi Gerindra.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu informasi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mengenai bentuk putusan dari pengadilan.

“Kami masih menunggu surat yang masuk ke BK, baru bisa melakukan pemecatan dan PAW,” jawab Rosi dengan singkat.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bangkalan Choirul Arifin membenarkan itu. Dia menyebut, dari sidang kasus pembunuhan itu, Herman Finanda terbukti  dinyatakan sebagai eksekutor penembakan terhadap L pada 27 Mei 2021 lalu.

“Sudah putusan sekitar satu bulan lalu, sudah lama proses sidangnya itu. Sudah inkracht dengan tuntutan 6 tahun penjara,” jelasnya.

Berdasarkan hasil persidangan, Herman dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Sebab insiden itu membuat L kehilangan nyawanya. L diketahui mengalami luka tembak di bagian bawah ketiak. Dalam sidang itu pula terungkap bahwa Herman menembak menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kaliber 38 milimeter.

Dalam kasus pembunuhan itu, terdapat tiga orang yang dinyatakan sebagai tersangka, salah satunya Herman. Sebab, dalam melancarkan aksinya, Herman dibantu dua rekannya, yakni S dan M.

Motifnya. Herman mencurigai L telah mencuri motor karyawannya di tokonya. Herman merupakan pemilik salah satu toko di Bangkalan. Saat itu, di tokonya, ada motor karyawannya yang hilang. Herman dan dua karyawannya, S dan M mencurigai L merupakan pelaku pencurian motor, karena L terkenal sebagai residivis kasus curanmor.

quote:

“Sudah putusan sekitar satu bulan lalu, sudah lama proses sidangnya itu. Sudah inkracht dengan tuntutan 6 tahun penjara.” Kasi Pidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin

“Kami masih menunggu surat yang masuk ke BK, baru bisa melakukan pemecatan dan PAW.” Ketua BK DPRD Bangkalan Fadhur Rosi

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan