oleh

Terdakwa Korupsi SMPN 2 Ketapang Ajukan Pledoi

Kabarmadura.id/Sampang-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Munarwi mengungkapkan, dua orang terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ketapang, masing-masing inisial (AR) dan (JR) mengajukan pledoi.

Kata Munarwi, pada tanggal 3/1/2020 kemarin dua terdakwa AR dan JR sudah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sebelumnya, terdakwa sudah menjalani Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan mendengarkan keterangan ahli dari terdakwa.

Kedua terdakwa dituntut satu tahun enam bulan kurungan, denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. Hal itu sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang (UU) Korupsi.

“Kuasa hukum dari dua terdakwa ini mengajukan pledoi, sidangnya akan digelar pada 17 Januari mendatang,” ungkap Munarwi kepada Kabar Madura, Minggu (5/1/2020).

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa AR dan JR Arman Saputra membenarkan, jika pihaknya mengajukan pledoi. Sayang, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait pengajuan pledoi tersebut.

Menurut dia, pledoi adalah hak pembelaan, tanggapan atas tuntutan yang dilakukan oleh JPU, otomatis apa-apa yang ada dituntutkan itu, akan coba disanggah, apakah sudah sesuai dengan fakta persidangan atau tidak. Jika tidak sesuai fakta, maka dituntutkan kita klarifikasi, tetapi jika sesuai, kita terima.

“Tuntutannya baru kemarin,  saya masih belum lihat dan mempersiapkan lebih jauh, karena pledoinya masih akan digelar tanggal 17 mendatang,” singkatnya.

Untuk diketahui, kasus korupsi pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang, menyeret sebanyak tujuh orang. Lima orang di antaranya sudah divonis oleh PN Tipikor Surabaya, yakni terpidana Abd. Aziz selaku pemilik CV. Amor, terpidana Mastur Kiranda selaku peminjam CV. Amor Palapa, Noriman selaku pelaksana proyek, Didik Hariyanto dan Sofyan selaku konsultan pengawas.

Lima orang terpidana tersebut, diputus dengan pidana penjara 1 tahun dan denda Rp50 juta, subsider 1 bulan.

Sedangkan untuk dua terdakwa JR dan AR, selaku PPK dan PPTK proyek masih proses sidang dan mengajukan pledoi yang akan digelar pada pertengahan bulan ini. Sebelumnya sudah menjalani sidang tuntutan, mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi ahli. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed