Terdampak Banjir, Warga Dievakuasi  ke Pendopo Budaya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) RUMAH EVAKUASI: Pendopo Budaya yang terletak di Jalan Jokotole menjadi tempat evakuasi sementara korban banjir.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Pamekasan belakangan ini mengakibatkan sejumlah warga harus dievakuasi karena rumahnya tergenang banjir. Proses evakuasi dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan ke Pendopo Budaya di Jalan Jokotole.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus mengatakan, Pendopo Budaya atau yang lebih dikenal dengan Pendopo Wakil Bupati menjadi tempat evakuasi sementara karena pihaknya tidak memiliki tempat evakuasi khusus.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya kami butuh tempat khusus untuk evakuasi,” ujarnya.

Meski menurutnya membutuhkan tempat evakuasi khusus, namun pihaknya telah menyiapkan sebanyak 36 tenda untuk tempat evakuasi korban banjir. Namun tenda tersebut jarang digunakan karena warga tidak semuanya berkenan dievakuasi.

Kondisi wilayah terdampak banjir terparah yaitu di Jalan Amin Jakfar dan sekitarnya. Ketinggian banjir di sana melebihi dua meter. Bahkan ketinggian air hampir menyentuh atap perumahan warga. Sehingga warga harus dievakuasi ke Pendopo Wabup sebanyak 15 orang.

Namun pada akhirnya, warga kembali ke rumahnya meski banjir belum sepenuhnya surut, karena selain banjir yang cepat surut, warga yang dievakuasi banyak dijemput oleh keluarganya untuk pulang.

“Kami sudah siapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail setelah pihaknya meninjau langsung lokasi banjir mengungkapkan bahwa beberapa rumah warga yang dibangun di atas bibir sungai terancam amblas karena longsor.

Pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD dan dinas terkait untuk segera ditangani sebelum warga setempat menjadi korban longsor akibat derasnya air sungai. Sebab tidak hanya longsor, jembatan juga rusak akibat terjangan banjir.

“Kami sudah laporkan. Jika tidak segera ditangani bisa amblas rumah warga,” ucapnya. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *