Terdampak Covid-19, Pameran Syaikhona Kholil Dibatalkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Usulan gelar pahlawan nasional pada sosok Syaikhona Kholil masih diperjuangkan. Hingga kini, usulan itu belum diresmikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Focus Group Discussion (FGD) terus dilakukan agar usulan tersebut segera mendapat gelar pahlawan nasional. FGD dihadirkan sebagai ganti batalnya pameran sejarah Syaikhona Kholil.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, acara tersebut sejatinya digelar secara tatap muka disertai memamerkan sejarah Syaikhona Kholil. Namun, dibatalkan. Katanya, pembatalan ini mengingat kondisi di Bangkalan yang mengalami kenaikan angka pasien Covid-19. Sehingga, mau tidak mau FGD tentang jejak, sejarah, manuskrip serta peninggalan Syaikhona Mohammad Kholil yang akan dilaksanakan pada hari ini Senin-Rabu (6-8/6/2021) seara online.

Bacaan Lainnya

“Pameran sejarah dan turots Syaikhona Muhammad Kholil, hanya dapat dilaksanakan dalam kegiatan FGD, mengingat kondisi dan status Covid-19 di beberapa darah di Kabupaten Bangkalan kian parah. Namun, kami yakin melalui kegiatan FGD ini tidak akan mengurangi makna serta tujuan diselenggarakannya acara tersebut,” ungkapnya, Senin (6-8/6/2021).

Ra Latif mengapesiasi sekaligus mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil yang telah mengadakan FGD. Itu terkait jejak sejarah Syaikhona Kholil. Baginya, sosok Syaikhona kholil ini merupakan guru besar yang melalui didikannya telah melahirkan tokoh serta ulama besar di bumi nusantara seperti KH. Hasyim Asyari yang merupakan tokoh pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah termasuk ulama besar dan tokoh perjuangan kemerdekaan lainnya.

“Ini yang menjadi salah satu bukti bahwa sosok Syaikhona Kholil memiliki peranan dan sejarah penting dalam syiar Agama Islam dan perjalanan kemerdekaan di Indonesia, sehingga harus mendapat gelar pahlawan nasional,” tuturnya.

Bercerita tentang guru besar Syaikhona Cholil, Ra Latif mengatakan, banyak jejak sejarah dan teladan yang dapat menjadi panduan serta panutan bersama dalam membangun soial masyarakat, terutama generasi muda yang memilki SDM unggul dan berahklak.

Hal itu, tambahnya, tidak lepas dari sosok Syakhona kholil yang semasa hidupnya dikenal juga sebagai ulama yang produktif dan melahirkan banyak karya tulisan.

“Sayangnya hingga saat ini dari sekian banyak kitab karya Syaikhona Kholil, hanya 2 saja yang muncul ke permukaan dan bisa dinikmati khalayak,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wibagio Suharta mengatakan, bahwa usulan ini belum finish. Maka, gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil belum diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Sedangkan proses usulan itu masih mandek di meja Kemensos RI.

“Proses sudah di Kemensos RI,” tandasnya. (ina/nam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *