oleh

Terdampak Covid-19, Pemkab Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran selama 2 Bulan

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memutuskan untuk membebaskan retribusi hotel dan restoran di Sumenep selama 2 bulan. Hal itu dilakukan mengingat menurunnya pendapatan hotel dan restoran selama wabah Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penagihan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumenep Suhermanto. Menurutnya, selama wabah Covid-19, meksipun tidak asa penutupan terhadap kegiatan di hotel restoran, namun terjadi penurunan pendapatan.

“Tetap beroperasi  tapi untuk pajaknya selama dua bulan ini tidak diambil PAD, karena kasihan soalnya meskipun tidak lock down tetapi tetap sepi. Terutama pariwisata kan tutup di Sumenep dan dibatasi yang mau masuk ke Sumenep,” katanya, kemarin.

Pihaknya tetap memberikan izin beroperasi, khususnya untuk restoran adalah untuk menjaga agar perputaran ekonomi tetap jalan, khususnya bagi ojek online yang juga menggantungkan ke restoran.

Mantan Kabag Perekonomian itu juga menyampaikan, pertimbangan lain dan bahkan prioritas alasan tetap diizinkan beroperasi karena banyak karyawan yang dipekerjakan dan itu  mayoritas masyarakat Sumenep sendiri.

Pembebasan pajak itu berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2020, di mana disebutkan, akibat dampak penurunan ekonomi pemerintah daerah direkomendasikan agar melakukan pengurangan bahkan pembebasan terhadap pajak tertentu.

“Maka dengan pertimbangan itu kami memberikan keringanan selama dua bulan terhitung dari April hingga Mei mendatang, kalau sudah normal maka akan diberlakukan penarikan seperti sediakala. Kalau restoran ditutup, bagaimana nasib ojol itu, kalau makan di tempat tidak diperkenankan,” imbuhnya.

Tetapi selama masa pembebasan pajak retribusi, pihaknya mengaku akan tetap melakukan pengawasan atau pemantauan terhadap aktivitas yang berlangsung selama dua bulan di restoran dan hotel.

“Mau dijadikan sampel atau bahan evaluasi, kami akan mengkalkulasi selama pandemi ini berapa sih pendapatannya. Itu akan menjadi pertimbangan jika pandemi ini berlanjut apakah tetap dibebaskan atau mau dipungut lagi,” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed