Terdampak Covid-19, Pendapatan Pajak Kendaraan Plat Kuning Naik Melambat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) NAIK LAMBAT: Pajak kendaraan umum berplat kuning naik melambat setelah adanya wabah Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dampak wabah Covid-19 rupanya tidak hanya menimpa sektor kesehatan dan pendidikan, melainkan sektor pajak kendaraan juga terkena dampaknya. Hal itu terlihat pada perkembangan objek pajak kendaraan berplat kuning di Pamekasan.

Kepala Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pamekasan, Hidayaturrahman menjelaskan, setiap tahun pasti tedapat kenaikan jumlah objek pajak. Termasuk pada jumlah kendaraan berplat kuning.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, pertumbuhan objek pajak  mengalami kenaikan yang tidak signifikan semenjak munculnya Covid-19. Jika sebelum wabah kenaikan jumlah objek pajak mencapai 5 hingga 7 persen, maka saat wabah seperti saat ini, hanya 2 persen.

Dia mengungkapkan, dari total jumlah kendaraan bermotor 257.651 unit, 1.951 di antaranya merupakan kendaraan berplat kuning. Jumlah tersebut meliputi: station dan sejenisnya sebanyak 168 unit. Bus dan sejenisnya sebanyak 502. Truk dan sejenisnya sebanyak 1.281 unit.

“Kalau ada perkembangan objek pajak, otomatis itu akan menambah potensi pajak,” tukasnya.

Namun demikian, perkembangan potensi pajak itu mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pada perkembangan jumlah kendaraan plat kuning juga mengalami kenaikan yang tidak signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mengenai kendaraan angkutan umum yang tidak berplat kuning, pihaknya tidak mengetahui pasti, sebab hal itu merupakan tugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan. Namun dia menjelaskan, kendaraan plat kuning merupakan kendaraan yang digunakan mengangkut orang dan atau barang.

Dia menjelaskan, selisih pajak antara kendaraan plat hitam dengan kendaraan plat kuning jauh lebih tinggi kendaraan plat hitam. Dijelaskannya, kendaraan plat hitam merupakan kendaraan pribadi. Sehingga setiap yang memiliki kendaraan plat hitam diyakini orang mampu secara ekonomi.

Sementara kendaraan plat kuning merupakan kendaraan angkutan umum yang digunakan untuk usaha. Yang menandakan bahwa yang memilikinya belum mampu secara ekonomi. Jika mobil BRV plat hitam keluaran tahun 2019 pajaknya sebesar Rp3.134.300, maka plat kuning untuk jenis mobil yang sama yaitu Rp626 ribu.

“Jauh karena plat kuning mendapatkan insentif pajak. Karena itu digunakan untuk kegiatan usaha,” ucapnya. (ali/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *