Terdampak Refocusing, Pembangunan Pasar Kolpajung Gagal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BELUM ADA KEPASTIAN: Pembangunan Pasar Kolpajung belum dimulai sebab adanya refocusing anggaran penanganan Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dipastikan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp100 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pembangunan kembali Pasar Kolpajung. Namun, sampai saat ini pembangunan tidak kunjung terlaksana sebab refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Padahal, Detail Engineering Design (DED) telah rampung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengungkapkan, kendala pembangunan Pasar Kolpajung yaitu lonjakan kasus Covid-19. Sehingga menurutnya berdampak pada refocusing anggaran yang juga berakibat pada gagalnya pembangunan yang sudah dirancang.

Bacaan Lainnya

“Ternyata badai Covid-19 merajalela, akhirnya setelah menghubungi Sekjen PUPR menanyakan tentang kelanjutan pembangunan, jawabannya, memang kami diminta oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan refocusing kurang lebih 65 triliun, jadi jadi beberapa proyek yang sudah terploting kemungkinan besar digeser pada tahun 2022,” paparnya, Selasa (17/8/2021).

Lebih lanjut, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan beberapa persiapan penunjang, semisal penyelesaian DED, penyediaan tempat relokasi para pedagang ke Lapangan Kowel sebagai alternatif tempat penjualan sementara.

Namun pada akhirnya harus jalan ditempat, sebab sudah dipastikan tidak ada pembangunan pada tahun 2021. Padahal, jadwal awalnya untuk penandatanganan kontrak akan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember mendatang.

“Untuk DED-nya sudah selesai di-review, jadi ketika ada kesempatan kembali untuk pembangunan Pasar Kolpajung sudah siap,” ulasnya.

Sementara itu, ia masih berharap pembangunan pasar tetap bisa dilakukan pada tahun 2021. Sebab, ia berpandangan bahwa kondisi pasar perlu perbaikan. Apalagi pasar merupakan sentra perekonomian rakyat.

“Semoga ada keajaiban agar pembangunan tetap bisa dilakukan,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *