Terdeteksi 8 Orang Tanpa Gejala Covid-19 di Bangkalan

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) SAKIT: Terlihat petugas Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan memasukkan pasien memakai pakaian APD lengkap.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan merilis, terdapat 8 orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang terdeteksi. Mereka adalah orang yang memiliki kerentanan tinggi tertular virus dari orang lain yang terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menuturkan, status OTG, salah satunya disematkan pada seorang petugas kloter calon jamaah haji (CJH) yang sempat mengikuti pelatihan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Maret lalu.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, dalam pemeriksaan rapid test atau pemeriksaan cepat, yang bersangkutan menunjukkan hasil yang positif. Namun tes tersebut belum cukup, masih diperlukan tes swab tenggorokan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Tes tersebut, hanya dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta. Sejatinya, tes PCR juga dilakukan Balitbangkes Kemenkes di Surabaya, namun hasilnya tetap diteliti dan dipastikan di Jakarta.

“Orang yang tidak mengalami gejala sakit atau ciri-ciri terpapar Covid-19, tapi hasil rapid testnya positif. Itu masuk kategori OTG,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Selain peserta pelatihan pendamping jamaah haji, OTG tersebut juga merupakan mereka yang dekat dengan pasien dalam pengawasan, termasuk mereka yang datang dari zona merah, atau wilayah dengan wabah Covid-19. Termasuk, orang yang dekat dengan warga Blega yang sempat dinyatakan positif dari hasil rapid test.

Sayangnya, mantan kepala Puskesmas Blega itu enggan menjelaskan apakah OTG itu sudah diperiksa melalui rapid test. Namun diyakini, 8 OTG tersebut belum dilakukan rapid test. Sebab, ada klasifikasi khusus melalui standar operasional prosedur (SOP) yang saat ini sedang disiapkan.

“Termasuk yang calon petugas kloter CJH dari Bangkalan, humas (Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan) nanti yang akan menjelaskan,” ujar pria yang biasa disapa Yoyok tersebut.

Berdasarkan keterangan Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, 8 orang tersebut terdiri dari 2 warga Kecamatan Tanah Merah, 1 warga Kecamatan Kamal, 2 warg Kecamatan Klampis, 1 warga Kecamatan Modung, 1 warga Kecamatan Burneh dan 1 warga Kecamatan Arosbaya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, selain PDP dan OTG, dirinya menerima informasi bahwa ada 1 pemudik yang mengalami gejala sakit setelah melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, hasil rapid testnya dinyatakan negatif.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zaini  menambahkan, hasil swab tenggorokan yang dikirim ke Laboratorium Litbangkes Kemenkes di Jakarta belum turun.

“Biasanya satu sepekan sudah turun. Sekarang sudah sepekan, tadi belum turun,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat kpala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) itu mengaku tidak tahu  terkait kejelasan dari laboratorium litbangkes mengenai pasien asal Blega tersebut.

“Kami tidak mungkin menutupi masalah sensitif seperti ini, tadi kami laporan bersama kadinkes dan direktur RSUD memang disampaikan belum turun hasilnya,” terangnya. (sae/ina/mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *