Terduga Eksekutor Penembakan di Bangkalan Tidak Di-DPO-kan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIAMANKAN: Dua tersangka dari kanan yang diduga pelaku penembakan warga di Sepulu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kasus penembakan yang terjadi di Kecamatan Sepulu pada Sabtu, 27 Maret 2021 lalu, mulai menemui titik terang. Diketahui ada tiga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi Satreskrim Polres Bangkalan.

Ketiganya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dua diantaranya sudah ditahan, sedangkan satu tersangka lain yang menjadi eksekutor penembakan, belum diringkus.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, belum ditahannya salah satu tersangka yang menjadi eksekutor itu, karena masih mendalami peran masing-masing pelaku. Belum ditahan, juga belum menetapkan eksekutor penembakan tersebut sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Masih kami cari, kalau tidak ada, baru kami terbitkan DPO,” katanya, Selasa (6/5/2021).

Selain itu, Polres juga akan memanggil lagi beberapa orang yang diduga menjadi eksekutor. Dia memastikan bahwa pelaku lebih dari dua orang yang telah ditahan itu. Bahkan para pelaku diyakini tidak memiliki keterikatan kerabat atau bertetangga dengan korban.

“Pelaku mengaku tidak kenal dengan korban, maka dari itu kami dalami dulu pelaku ini dapat senpi dari mana dan siapa pemiliknya,” imbuh AKP Sigit berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi.

Sementara kedua pelaku dibekuk polisi saat di kediamannya. Siapa kepemilikan dari senjata api (senpi) yang digunakan itu, belum diterangkan dengan jelas. AKP Sigit mengaku masih mendalami hal tersebut. Dari keterangan AKP Sigit, motif penembakan tersebut dilatarbelakangi hilangnya kendaraan milik salah satu pelaku.

Karena korban merupakan mantan residivis pencurian kendaraan motor (curanmor). Para pelaku menuding korban yang berinisial L ini mengambil kendaraannya yang hilang itu. Kemudian para pelaku mendatangi korban yang diduga sebagai pelakunya.

“Dari situlah ada kejadian penembakan. Jadi yang kami amankan adalah pemilik sepeda motor yang merasa kehilangan dan rekan pelaku yang juga berperan dalam penembakan,” ungkapnya.

Para pelaku ini, dipastikan merupakan warga sipil dan bukan dari aparat keamanan, baik dari kepolisian maupun pihak yang berwenang memiliki senpi jenis kaliber 38 itu. Namun pihaknya enggan mengungkapkan asal pelaku mendapatkan senpi tersebut.

Barang bukti senpi dia dapatkan dari salah satu pelaku. Sedangkan hasil uji balistik masih dalam tahap pengajuan.

“Masih kami dalami, saat penembakan hanya satu peluru yang kami temukan di tubuh korban. Kami pastikan dari warga sipil,” tutup AKP Sigit. (ina/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *