oleh

Terhambat SKS, 30 Santri Gagal Berangkat Kembali ke Pondok

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Menghadapi masa new normal, 1.400 santri dari Pondok Pesantren Sidogiri mulai dikembalikan. Sebelum kembali menuntut ilmu di pondok, para santri ini harus diwajibkan membawa surat pernyataan dan surat keterangan sehat (SKS).

Dari gelombang pertama pemberangkatan kembalinya santri ini, ada 30 santri yang tidak ikut kembali ke pondok.

Ketua Ikatan Alumni Pondok Sidogori Muhammad Ali Ghafir menyampaikan, 30 santri ini yang tidak ikut kembali ke pondok lantaran masih sakit.

“Untuk yang belum bisa berangkat hari ini, akan kami ikutkan pada pemberangkatan gelombang dua,” jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Pemberangkatan para santri itu dibagi dalam 3 gelombang. Gelombang pertama sebanyak 350 santri akan berangkat pada Rabu (7/6/2020), gelombang kedua akan diberangkatkan pada tanggal 15 Juli nanti. Sedangkan, pada gelombang 3 akan berangkat pada tanggal 22 Juli.

“Aslinya per gelombang ada 400 lebih santri yang diberangkatkan, tapi karena ada beberapa yang tidak berangkat. Jadi hanya 300-an untuk hari ini,” ujarnya.

Sesampainya di pondok, Ali menyampaikan, akan dibekali sebelum memasuki asrama dan area pondok, guna bisa menerapkan protokol kesehatan. Katanya, akan ada proses tahapan sebelum masuk ke pondok, yakni mencuci tangan dan penyerahan berkas.

“Jadi santri diwajibkan isolasi diri selama 14 hari sebelum kembali ke pondok dibuktikan dengan surat keterangan dari orangtua yang ditandatangani di atas materai, membawa surat keterangan sehat yang berlaku tiga hari sebelum berangkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengungkapkan, meski santri di Bangkalan akan kembali beraktivitas menuntut itu agama, pihaknya menjamin bahwa para santri ini sehat. Karena para santri telah dibekali dengan SKS.

“Para santri ini juga telah dibekali masker dan vitamin,” paparnya.

Dia berharap, dengan kembalinya para santri, tidak ada kluster baru di pondok pesantren. Sehingga, dia menekankan, pada pondok pesantren tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan harus tetap diterapkan,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed