Terhimpit Perekonomian, Pendaftar BPJS di Bangkalan Menurun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN: Pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Madura di Bangkalan Vinca Meitasari  saat memberikan keterangan tentang jumlah peserta.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Jumlah peserta di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Bangkalan stagnan. Sejak masa pandemi Covid-19 meningkat, pendaftaran peserta BPJS juga ikut melandai. Padahal, sebelum pandemi meningkat jumlah pendaftar mencapai 500 hingga 1.000 peserta setiap harinya. Tak pelak, hingga saat ini jumlah peserta hanya berada di angka 26.218 orang.

Salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan di Bangkalan Haidir Ali mengaku, tidak lagi memperpanjang kartu kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, kondisi perekonomian mulai lemah. dan hanya bisa bekerja bergantian dalam satu bulan. “Gaji saya saja dipotong separuh, karena pekerjaannya juga dipotong,” ujarnya, Minggu (8/8/2021).

Bacaan Lainnya

Padahal, di masa yang rawan terkena paparan virus Covid-19, keselamatan dalam bekerja tentu membutuhkan jaminan. Tetapi, disisi lain kebutuhan ekonomi juga meningkat. Sedangkan, kemampuan penghasilan menurun. “Ini membuat kami sebagai warga biasa merasa sudah sulit, makan saja dipersulit, apalagi membayar iuran,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Madura di Bangkalan Vinca Meitasari mengaku, juga terdampak pandemi yang berkepanjangan tersebut. Sebab, selama pandemi jumlah peserta pendaftar baru berkurang. Padahal, jika masyarakat mau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan mendapatkan jaminan keselamatan pekerja, baik kecelakaan, maupun kematian.

“Kami berusaha untuk terus memberikan sosialisasi, tapi ternyata hasilnya tetap,” ulasnya.

Meski demikian, diyakini pada dasarnya masyarakat ingin mendaftarkan diri sebagai peserta di BPJS. Namun, akibat dilanda pandemi perekonomian masyarakat lumpuh. Seperti, para pengusaha kecil dan pekerja buruh. Pihaknya berjanji, akan terus mengusahakan, agar semua pekerja di Bangkalan tetap aktif menjadi peserta. Sehingga, masih banyak kemungkinan bantuan yang bisa didapatkan.

“Kami juga aktif memberikan dorongan dan bantuan, sebagai cara agar mereka tertarik,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *