Terima Kasih, Mas Tamam!

  • Whatsapp

[Catatan Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati Pamekasan]

Oleh: Khoirul Umam*)

Bacaan Lainnya

Terima kasih, Mas Tamam! Mungkin inilah kata yang pas untuk menggambarkan suasana hati sebagian besar masyarakat Pamekasan dalam refleksi tiga tahun kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Sebuah ungkapan yang datang dari hati yang tulus, kesadaran yang sublim, dan rasa syukur yang tinggi.

Saya katakan ungkapan terimakasih itu datang dari sebagian besar, bukan seluruh masyarakat Pamekasan, karena dalam dunia politik tidak mungkin kita bisa memaksa semua orang untuk cinta kepada pemimpin. Pasti ada yang pro, ada pula yang kontra. Itu sudah biasa dan tidak perlu diperdebatkan karena hanya akan menghabiskan banyak energi.

Tetapi perasaan cinta dan ungkapan syukur terhadap sukses kepemimpinan Mas Tamam dapat kita temukan dari berbagai tempat, berbagai sudut, ruang dan waktu. Setidaknya kita bisa menyaksikan senyum bahagia dari orang-orang yang pernah berjumpa langsung dengan Mas Tamam, baik di pasar tradisional, di rumah-rumah warga, di lembaga pendidikan, dan tempat-tempat lainnya. Ungkapan syukur juga kita lihat dari orang-orang yang merasakan langsung manfaat dari lima program prioritas Mas Tamam.

Tentu ada yang bertanya untuk apa atau mengapa berterimakasih kepada Mas Tamam? Kita tidak bisa melihat sosok pemimpin itu hanya dari aspek personalitinya. Tetapi kita juga dapat membacanya secara utuh, terutama dalam aspek kebijakan yang dikeluarkan oleh sang pemimpin.

Kita tahu bahwa program-program yang dicanangkan oleh Mas Tamam sangat bersentuhan langsung akan hajat hidup orang banyak. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, kesehatan, hingga pelayanan publik yang prima.

Di bidang pendidikan, Pemkab Pamekasan menggagas program anak cerdas dan pintar (Acar). Program Acar ini meliputi beasiswa santri, beasiswa kedokteran, pemberian dana hibah kepada lembaga atau yayasan pendidikan, pondok pesantren, sekolah swasta, insentif tahunan bagi guru PAUD, TK, SD, SMP, guru honorer, PAI, guru kelas SD, dan sertifikasi guru.

Dengan banyaknya program yang berpihak pada pendidikan ini sudah layak disebut bahwa Pemkab Pamekasan peduli pendidikan dan berpihak pada masyarakat kecil. Sebenarnya, keberpihakan program Pemkab Pamekasan dalam hal ini, Bapak Baddrut Tamam sebagai Bupati Pamekasan tidak hanya dalam bidang pendidikan. Masih banyak program yang berpihak kepada masyarakat selain jalur pendidikan.

Pendidikan merupakan pilar peradaban bangsa, yang menjadi tolok ukur keberhasilan negara. Oleh karena itu, pendidikan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat yang memampukan warga negara menjadi manusia yang berkualitas, mandiri dan sejahtera. Untuk itu, memfasilitasi segenap sektor yang berkaitan dengan pendidikan harus menjadi prioritas bagi sebuah pemerintahan.

Sebagai indikator perubahan bangsa, maka pendidikan harus betul-betul diperhatikan. Pemerintah harus hadir untuk memenuhi segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan. Sebab selama ini kita pahami bahwa untuk memajukan pendidikan membutuhkan modal yang sangat besar. Perhatian baik terhadap dunia pendidikan menjadi pertanda baik bagi kehidupan anak bangsa di masa yang akan datang.

Tidak semua orang mampu memenuhi dirinya atau keluarganya dengan pendidikan yang memadai. Selama ini pendidikan yang memadai hanya dimiliki oleh sebagian orang yaitu oleh mereka yang mampu secara finansial. Sehingga perjalanan laju pendidikan tidak merata dan dan berimbang. Pendidikan masih memilih orang yang mampu untuk mengeluarkan modal. Atas dasar itu, Pemkab Pamekasan hadir.

Dalam hal pemenuhan terhadap segala aspek yang berkaitan dengan pendidikan, Pemkab Pamekasan sudah banyak merealisasikan program sebagai penunjang majunya pendidikan. Terobosan demi terobosan untuk meningkatkan pendidikan banyak yang sudah direalisasikan. Manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku pendidikan telah mampu merubah wajah pendidikan Pamekasan semakin terukur.

Di bidang perekonomian misalnya, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP-Naker), Pemkab Pamekasan telah banyak melatih dan melahirkan usahawan baru melalui beberapa kerajinan dan keterampilan. Kegiatan tersebut sudah sangat nyata bersentuhan dengan masyarakat dan memberikan dampak yang cukup jelas terhadap masa depan kesejahteraan masyarakat. Terobosan seperti ini bahkan sulit terlintas bagi orang yang malas berpikir. Seperti yang Bupati sampaikan, “Tidak ada hasil yang luar biasa dengan kerja yang biasa.”

Selain itu, melalui Dinas Sosial (Dinsos), Bupati Pamekasan telah merealisasikan program pemberian makan untuk para lanjut usia (lansia) yang hidup sebatangkara. Lagi, bahwa tidak dapat dipungkiri kegiatan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga kalau ada statement yang menyatakan bahwa Bupati tidak berpihak pada masyarakat dan tidak merealisasikan janji politiknya, ini adalah dusta bagi orang yang kerja keras untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat.

Termasuk di bidang kesehatan, bagaimana mobil sehat beroperasi siang malam mengantarkan orang sakit. Tidak perlu berbicara tentang bantuan mobil sehat beberapa tahun lalu yang telah diberikan oleh Pemkab Pamekasan kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Pamekasan. Tinggal kita saat ini melihat betapa sangat bermanfaat dan terbantunya masyarakat desa yang sakit. Kalau dulu mereka masih mencari mobil untuk calter, sekarang sudah ada mobil sehat yang siap antar jemput.

Dan masih banyak lagi program-program Pemkab Pamekasan yang lain yang tidak kalah hebatnya. Itu semua merupakan prestasi besar yang telah dilakukan oleh Bupati muda Pamekasan ini. Selain prestasi itu, prestasi lain seperti: Raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) dalam Laporan Pengelolaan Keuangan Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020; meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada 14 Januari 2019 di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Meraih penghargaan dari Kementerian Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi setelah mendapatkan nilai B pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; Penghargaan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terkait Mall Pelayanan Publik tercepat di Indonesia dan branding batik tulis di kendaraan dinas Pemkab Pamekasan pada 2 Maret 2019; penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Olahraga dari Gubernur Jatim pada 17 Septembet 2019; penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas capaian standar tertinggi dalam bilang laporan administrasi; Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan masih puluhan penghargaan lainnya.

Di usia pemerintahan yang ketiga tahun ini, tidak ada cara lain selain ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdiannya selama. Tidak mungkin hal-hal seperti di atas lewat begitu saja tanpa apresiasi. Saya atas nama masyarakat Kabupaten Pamekasan dan mungkin saja menjadi representasi masyarakat Pamekasan, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kinerja dan raihan prestasinya selama ini. Sehat selalu Mas Tamam. Aku padamu.

*) Khoirul Umam, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pamekasan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar