Terima Naskah Akademik, Bupati Tidak Permasalahkan Pamekasan Dimekarkan

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Wacana Madura menjadi provinsi kembali mengemuka. Sebelumnya pada tahun 2000-an banyak tokoh dari Pulau Madura yang ingin memisahkan diri dari Provinsi Jawa Timur.

Namun, keinginan ini tidak disetujui Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2017 silam. Kala itu, MK beralasan Madura belum memenuhi persyaratan yang diharuskan.

Salah satu syarat tersebut berupa Madura memiliki paling sedikit lima kabupaten/kota. Sementara sampai saat ini, Pulau Madura hanya memiliki empat kabupaten, yaitu : Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

Setelah sempat mengalami penolakan, kini di tahun 2021 wacana Madura jadi provinsi kembali digaungkan. Terbukti hari ini sejumlah tokoh Madura bertemu Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Peringgitan Pendopo Ronggosukowati, Rabu (17/2/2021).

Pertemuan tersebut untuk memberikan naskah akademik tentang pemekaran wilayah yang disusun oleh beberapa rektor perguruan tinggi di Pamekasan selaku Panitia Madura Jadi Provinsi.

Setelah menerima naskah akademik tersebut, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku akan mengkaji terlebih dahulu naskah akademik pemekaran wilayah di Bumi Gerbang Salam.

Karena menurutnya, untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Timur, Madura masih memerlukan banyak persiapan. Salah satunya terdiri dari lima kabupaten atau jota sebagai syarat yang penting agar Madura bisa dijadikan provinsi.

“Alhamdulillah ini merupakan ikhtiar bersama untuk bagaimana Madura ini jadi provinsi. Tidak mudah memang. Tapi, mari kita sama-sama berdoa pada Allah SWT. Semoga ikhtiar ini diijabah oleh Allah,” terang Baddrut Tamam, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan itu menganggap saat ini Madura memang sudah layak menjadi provinsi. Iti bila diukur dari jumlah penduduknya yang telah mencapai kurang lebih empat juta penduduk.

Politikus PKB itu juga tidak mempermasalahkan jika nantinya Pamekasan akan dimekarkan sebagai syarat agar Madura bisa menjadi provinsi.

“Karena ini memang ikhtiar bersama. Kami tidak masalah jika Pamekasan harus dimekarkan. Menjadi kabupaten atau kota ini merupakan spirit kita bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *