oleh

Terindikasi Janggal, RSUD dr. Moh. Zyn Terlilit Hutang Darah Hingga Ratusan Juta

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Terungkapnya hutang darah yang mencapai ratusan juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn terindikasi janggal. Sebab, selama ini kebutuhan darah dibebankan kepada pasien.

Padahal, pengadaan darah tersebut sudah dianggarkan. Bahkan, tahun ini anggaran belanja darah di RSUD mencapai Rp2,3 miliar. Namun, RSUD masih mempunyai hutang di akhir tahun 2019 dan menjadi laporan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal itu terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2020. Diketahui, RSUD belum melunasi pembelian darah ke Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) sebesar Rp109.620.000.

Tertera jelas pada daftar piutang dan hutang RSUD dr. Moh. Zyn, pada poin 5 tentang hutang kegiatan/bahan/belanja layanan. Meski, selama ini kebutuhan darah di rumah sakit selalu dibebankan kepada pasien.

Baik pasien yang menggunakan layanan umum atau menggunakan layanan kesehatan pemerintah. Termasuk pembelian darah di UTD, selalu dibebankan kepada pasien maupun diklaimkan kepada masing-masing jenis program layanan pemerintah.

Terpisah, Kepala UTD PMI Sampang, dr. Bhakti Setiyo Tunggal mengaku jika pasien di rumah sakit butuh darah harus membeli. Sedangkan, pasien yang menggunakan layanan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) bisa diklaimkan.

“Pembelian di rumah sakit ke UTD rata-rata klaim dari BPJS.   Sedangkan yang non BPJS hsrus bayar,” ujarnya, Minggu (7/3/2021).

Pihaknya mengungkapkan, umumnya dari jadwal pengambilan darah, klaim BPJS tidak lama. Sehingga langsung dilunasi. Pihaknya mengaku, tidak mengetahui langsung jika hutang rumah sakit mencapai ratusan juta.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Moh. Zyn, Titin Hamidah belum bisa dimintai keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (man/ito)

Indikasi Kejanggalan Hutang Darah di RSUD dr. Moh. Zyn Hingga Mencapai Rp109.620.000

  • Kebutuhan Darah Dibebankan Kepada Pasien
  • Pengadaan Darah Dianggarkan dalam Anggaran Pendapapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.
  • Besaran Dana Pengadaan dalam APBD Tahun Ini Mencapai Rp2,3 Miliar
  • Namun di Tahun 2019 RSUD Masih Memiliki Hutang Darah, Terungkap Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Melakukan Audit

Data Berdasarkan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI)

  • Pasien Yang Membutuhkan Darah Harus Membeli Sendiri
  • Bagi Pasien Yang Menggunakan Layanan Badan Pelayanan Jaminan Sos ial (BPJS) Bisa Diklaimkan
  • Pembelian dari RSUD Rata-Rata Klaim dari BPJS
  • Berdasarkan Jadwal Pengambilan Darah, Klaim BPJS tidak Lama dan Langsung Dilunasi

Komentar

News Feed