Terinfeksi Covid-19, Pasien 05 Pamekasan Gagal Ujian Terbuka Promosi Doktoral

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan–Pasien terinfeksi Covid-19 dengan kode Pasien Konfirmasi 05 Pamekasan, sedianya akan menjalani ujian terbuka promosi doktoral. Ujian tersebut, sebagaimana penjelasan dari promotornya, Prof Dr Muzakki,  yang disampaikan via WhatsApp, akan dilaksanakan via daring melalui aplikasi daring mulai pukul 13.00 WIB, Kamis (16/4/2020).

Pada pagi harinya, pelaksanaan ujian masih terjadwal sesuai dengan jadwal tersebut. Namun, perubahan terjadi pada sekira pukul 09.30 WIB. Pelaksanaannya harus ditunda atas saran dokter yang sedang merawat Pasien 05.

Bacaan Lainnya

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengaku pihak keluaraga Pasien 05 sudah melakukan lobi kepadanya untuk bisa mengikuti ujian terbuka promosi doktoral secara online. Namun permohonan tersebut ditolaknya demi kesehatan pasien.

Sebab, imbuh Syaiful, jika pasien dipaksa untuk mengikuti ujian, dikhawatirkan daya imun tubuhnya berkurang akibat terus diberi pertanyaan oleh penguji.

Meski begitu, Syaiful menegaskan bahwa kondisi Pasien 05 sangat baik, namun untuk mengikuti ujian doktoral, menurutnya belum saatnya, karena secara diagnose medis dirinya sedang sakit.

Syaiful mengaku tidak mau ambil resiko meski pihak keluarga sudah meminta izin, dirinya khawatir akan terjadi hal yang lebih buruk lagi.

Keputusan Syaiful tersebut, merupakan hasil berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang pada akhirnya keluar ketetapan ujian doktoral dilaksanakan ketika sudah bersih dari Covid-19.

“Benar Pasien 05 dijadwalkan mengikuti ujian terbuka promosi doktoral hari ini pada jam 13.00 sampai pukul 15.00 WIB. Tapi kami tidak memberikan izin karena pasien masih dalam keadaan sakit, kami khawatir imunnya turun dan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Sementara itu, Pasien 05 membenarkan bahwa dirinya memiliki jadwal ujian terbuka promosi doktoralnya pada Kamis (16/4/2020) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan akan dilakukan secara online di rumah sakit, akan tetapi harus ditunda.

“Ujian terbuka belum bisa digelar, menunggu perkembangan. Mohon doanya ajunan dan para sahabat semoga cepat sehat, Alhamdulillah para penguji bisa memaklumi kondisi saya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Rencana sebelumnya, sidang promosi doktor itu digelar di UINSA pada Kamis (16/4/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, Sidang itu dengan tim penguji terdiri dari Prof Dr KH Ridlwan Nasir dan Prof Dr H Ach Patoni.

Pasien 05 merupakan mahasiswa yang sedang menempuh Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI)  yang dipromotori Prof Dr Muzakki. (km53/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *