Terjaring Penyekatan Suramadu Tidak Lagi Diisolasi di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PENGECEKAN: Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo bersama Forkopimda Bangkalan memantau kesiapan asrama UTM untuk dijasikan tempat isolasi pasien Covid-19, Senin (14/6/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Rencana ruang isolasi tambahan yang akan ditempatkan di Asrama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sempat ditolak mahasiswa pada Jumat (11/6/2021) lalu. Pemilihan asrama itu lantaran tiga tempat isolasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai penuh.

Empat tempat itu yakni rumah karantina di gedung Balai Diklat, Balai Pelatihan Kerja (BLK), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan dan gedung BPWS di akses Suramadu. Rata-rata tempat tidur yang disediakan di tiga tempat itu sudah terisi lebih dari 60 persen.

Bacaan Lainnya

Untuk memastikan kondisi asrama itu, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jawa Timur (Jatim) Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Forkopimda Jatim menginspeksi kampus yang berlokasi di Kecamatan Kamal, Bangkalan itu.

Hasil pengecekan tersebut, Pemkab Bangkalan dan pimpinan UTM akhirnya membuat alternatif lain untuk aktivitas pengankutan pasien ke asrama UTM, agar tidak mengganggu aktivitas mahasiswa.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, untuk akses keluar masuk ambulans, pihaknya akan membuat jalan baru, yakni di sebelah utara UTM, atau tidak lewat pintu masuk utama kampus. Langkah tersebut untuk menghindari kegiatan penanganan pasien Covid-19 bisa berpapasan dengan mahasiswa.

“Itu kan timurnya ada jalan milik PT Antoni Salim. Nanti akan kami pinjam jalannya berapa meter gitu untuk keluar masuk mobil ambulans,” katanya, Senin (14/6/2021).

Sedangkan lahan milik petani yang juga akan terimbasnya pembukaan jalan baru itu, jelas Mohni, akan dikoordinasikan dengan pemilik lahan dan siap memberikan ganti rugi.

“Saya sudah bilang ke Pak Januar (kepala BPBD Jatim) supaya siap mengganti itu. Karena kasihan para petani, jangan sampai dirugikan,” ungkap mantan kepala Disdik Bangkalan ini.

Kapasitas asrama UTM, berdasarkan laporan Rektor UTM Moh. Syarif, terdapat 400 kamar. Setiap kamar berisi empat tempat tidur. Pagar seng juga akan dibangun, agar tidak mengganggu aktivitas mahasiswa. Sebab, dikhawatirkan pasien Covid-19 berjalan-jalan di luar ruangan dan olahraga.

“Kemarin itu mahasiswa tidak setujunya karena dikira lewat di pintu masuk utama UTM dan ruang kuliah mahasiswa. Sehingga sudah disepakati dengan Pemprov dan UTM itu,” tuturnya.

Calon lokasi isolasi itu akan digunakan jika pasien Covid-19 terus meningkat. Namun, tegas Mohni, jika kondisi sebaliknya, tempat isolasi akan disiapkan Pemkab Bangkalan dengan tetap  memfungsikan RSUD Syamrabu dan gedung Balai Diklat dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) yang disediakan, masih dihitung dan dikoordinasikan dengan Dinkes Bangkalam maupun Dinkes Jatim. Termasuk jika dibutuhkan back up nakes dari unsir TNI dan Polri.

Seusai memantau, Wakapolda Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyimpulkan, asrama itu dapat menampung sebanyak 336 orang. Dengan rincian terdapat 2 flat yang masing-masing memiliki 42 kamar dengan kapasitas maksimal 4 orang per kamar.

“Kami juga meninjau kesiapaan infrastruktur bangunan, sarana dan prasarana pendukung tempat isolasi mandiri serta pengecekan ketersediaan kamar yang ada di asrama UTM,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Bangkalan Abdul latif Amin Imron mengaku, bed occupancy rate (BOR) RSUD Syamrabu hingga 11 Juni 2021 mencapai 79 persen. Kapasitas tempat tidur yang kini mencapai 150 bed itu, sudah terisi 119 pasien Covid-19.

Untuk BOR di Balai Diklat sudah 81 persen. Dari 74 bed,n sudah terisi 60 orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Sedangkan BLK yang memiliki kapasitas 50 bed, sedang terisi lima orang.

Kondisi nyaris penuhnya  tempat isolasi itu, membuat warga yang terjaring penyekatan di askes Suramadu lantaran terdeteksi reaktif Covid-19, harus diisolasi di daerah asal mereka. Tidak seperti biasanya yang langsung diisolasi di beberapa tempat isolasi di Bangkalan.

Salah satu yang mengalami kondisi itu adalah empat warga Pamekasan. Mereka telah dievakuasi untuk diisolasi di ruang observasi Covid-19 di Islamic Center, Pamekasan.

Evakuasi tersebut dilakukan tim Pamekasan Call Care (PCC). Sebagaimana disampaikan oleh Koordinator PCC, Amir Chamdani, evakuasi diawali permintan kepala Puskesmas (Kapus) Palengaan Laok yang mengkonfirmasi adanya permintaan ambulans dari Desa Palengaan Laok.

Permintaan ambulans itu dengan maksud untuk menjemput warga yang terjaring penyekatan di Suramadu pada Minggi (13/6/2021).

“Prosedurnya harus bawa ambulans dari pihak kabupaten, kami tawarkan karena Pamekasan mempunyai mobil sehat. Lalu diberi syarat harus menggunakan alat pelindung diri (APD), tidak boleh dipulangkan ke kampungnya dan masuk ke rumah observasi kabupaten,”papar Amir, Senin (14/6/2021).

Empat orang tersebut semuanya pria, dua orang dari Desa Palengaan Laok, satu orang dari Desa Pandan dan satu orang dari Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan.

Mereka diperkirakan akan menjalani isolasi selama lima hari. Hal itu sesuai instruksi Pemprov Jatim. Jika tes pada hari kelima dinyatakan bebas dari Covid-19, maka diperbolehkan pulang, jika sebaliknya maka tetap diisolasi. Hasil pemeriksaan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mereka reaktif Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala.

Setelah temuan empat orang reaktif Covid-19 itu, Pelaksana tugas Kepala Dinkes Pamekasan, Achmad Marzuki melanjutkan dengan pelacakan kepada keluarga mereka.

“Ya ditindaklanjuti sesuai dengan protokol kesehatan,” tukasnya. (ina/rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *