Terjerat Kasus Solar, PT. Sumekar Diancam Catatan Merah

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) MEMBUAT MALU: PT. Sumekar Line yang diduga terlibat dalam praktik pembelian solar ilegal membuat legislator Sumenep mewacanakan sanksi.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kasus jual beli solar ilegal yang diduga melibatkan PT. Sumekar, memantik reaksi legislator DPRD Sumenep. Bahkan, badan usaha milik daerah (BUMD) Sumenep tersebut akan diberi catatan merah.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep Juhari, jika PT Sumekar memang terlibat dan sengaja membeli solar subsidi, maka wajib ditindak secara hukum. Sebab, selain merusak citra Sumenep, juga ada pihak yang dirugikan.

“Kami selaku wakil rakyat merasa kecewa jika PT. Sumeker melakukan hal yang tidak senonoh itu,” katanya, Senin (20/1/2020).

Catatan merah tersebut, kata Juhari, bisa rekomendasi sanksi pemecatan terhadap semua karyawan PT. Sumekar yang terlibat, termasuk jajaran direksinya harus berhenti dari jabatannya. Atau setidaknya, ada pertimbangan khusus jika ada permintaan penyertaan modal baru dari perusahaan milik Pemkab Sumenep tersebut.

Sanksi tersebut, akan berlaku pada pihak PT. Sumeker jika benar-benar ada oknumnya yang menjadi tersangka dalam penyalahgunaan BBM itu. Harapannya, semua BUMD di Sumenep tidak melanggar aturan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, PT. Sumekar saat ini harus melakukan banyak pembenahan.

Sementara itu, Direktur Operasional PT. Sumekar Line Zainal Arifin enggan berkomentar saat dikonfirmasi Kabar Madura. Dia mengaku sibuk dan tidak sedang di kantornya.

“Sebentar ya, saya masih sibuk,” singkatnya.

Seperti yang telah diungkap Polda Jatim sebelumnya, ada solar subsidi yang diduga “bocor” ke sejumlah perusahaan di Sumenep. Yakni, setelah ditemukan tiga tangki berisi solar tanpa dokumen lengkap di Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Hasil penyelidikan polisi, tangki itu milik PT Pelita Petrolium Indonesia (PPI). Sedangkan solarnya, dibeli dari PT Jagad Energi dengan harga Rp5.700 per liter. Solar itu kemudian dijual ke sejumlah perusahaan dengan kuantitas bervariasi.

Perusahaan yang diduga membeli itu antara lain, PT Sumekar sekitar 16 ribu liter sekali pembelian, PT Pundi Kencana Makmur 5 ribu liter, PT Darma Dwipa Utama 10 ribu liter dan Pegaraman Sumenep 1 lima ribu liter.

Polisi kemudian berhasil membongkar jaringan penyalur solar dari SPBU di Blega, Bangkalan. Dari SPBU itu, juga ditemukan barang bukti berupa dua truk yang dimodifikasi sedang mengangkut solar. Solar tersebut, yang ditengarai kuat mengalir ke perusahaan di Sumenep.

Adanya penjualan ke sejumlah perusahaan tersebut, yang kemudian mengarahkan Polda Jatim untuk mengurai nilai kerugian yang saat ini sedang dikoordinasikan ke Pertamina.

Setelah mengetahui besaran kerugiannya, kata humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Sumenep.

“Saat ini sudah mengamankan tersangka sebanyak 6 orang, tetapi nanti akan berlanjut hingga menemukan titik temu,” ujarnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *