Terkena Dampak Corona,  Belasan Pelat Kuning Terpaksa Dikandangkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERPUKUL: Sepinya penumpang ankot pelat kuning di di Terminal Tipe A Area Wira Raja Sumenep menjadi penghambat perekonomian di Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Imbas Covid-19 masih terasa di tengah masyarakat. Tidak hanya di dunia perdagangan, namun juga dunia transportasi. Semisal, angkot plat kuning  yang sepi penumpang. Sehingga dampaknya kendaraan plat kuning itu terpaksa dikandangkan di Terminal Arya Wiraraja.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, kondisi saat itu menjadikannya sangat terpukul. Sebab, para sopir angkutan plat kuning itu tidak memiliki penghasilan yang signifikan.

Bacaan Lainnya

Terbukti, ada 11 angkot plat kuning di terminal Sumenep  tidak beroperasi lantaran dampak Covid-19 dan semakin banyaknya mobil pribadi. Dalam setiap harinya, hanya ada 10 penumpang,  kadang tidak ada. “Dari 11 kendaraan, hanya 1 hingga 3 yang beroperasi,” katanya Selasa, (9/2/2021)

Hanafi mengatakan, jumlah penumpang sebelum Covid-19 sebanyak 110  penumpang per harinya. Namun semenjak Covid-19, hanya mencapai 10 orang setiap harinya. “Pada masa Covid-19 sangat terasa dampaknya,” paparnya.

Selain itu, kendaraan pribadi menjadi penghambat sepinya penumpang. Kedatangan penumpang dari luar Madura hingga terminal Tipe A Area Wiraraja  menyebabkan penumpang tidak naik kendaraan plat kuning. Tetapi, rata-rata banyak meminta jemput kendaraan pribadi. “Jadi, para sopir sangat kecewa,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Moh. Toyyib mengutarakan, akibat tidak adanya penumpang pada angkutan, akhirnya lesu serta enggan masuk terminal. Bahkan terminalnya terbengkala karena tidak terpakai, hingga akhirnya beralih fungsi. “Kami berusaha bersosialisasi kepada masyarakat agar penumpang semakin banyak,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep Dul Siam mengatakan, soal tidak beroperasinya angkot plat kuning,, Pemkab Sumenep seharusnya juga memperhatikan keaadaan masyarakat. Harapannya, pemilik angkot tidak merugi. “Evaluasi pemkab perlu dilakukan,” pungkasnya. (imd/km58)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *