Terkenal Memproduksi Genting, Ponpes Miftahul Ulum Sumber Kasean Merambah Usaha Lampu Hias

Pesantren Miftahul Ulum
(KM/FATHOR RAHMAN) PRODUKTIF: Sejumlah santri tengah memproduksi genting di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Sumber Kasean Desa Tlambeh Kecamatan Karangpenang, Sampang.

KABARMADURA.ID | SAMPANG Bisnis produksi genting yang dikelola Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sumber Kasean, Desa Tlambah, Karang Penang, Sampang, sudah terkenal  di berbagai daerah di Indonesia. Produk dari usaha mandiri yang dilakukan sejumlah santri itu sudah terjual ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Produksi genting itu sudah dimulai sejak tahun 2019. Namun, pengelolaannya tergolong sukses. Sebab, selama tiga tahun lebih memberikan sumbangsih dan menopang biaya operasional pesantren.

Selain itu, di pondok ini juga menjalankan usaha pembuatan lampu hias. Namun usaha itu baru saja dirintis. Sehingga perlu pengembangan fasilitas bisnisnya.

Bacaan Lainnya

Ketua Ponpes Miftahul Ulum Sumber Kasean Kiai Hasbullah mengatakan, usaha tersebut sudah berjalan sukses. Setiap hari menghasilkan tujuh ribu keping genting. Sehingga, dalam sebulan, hasil produksinya sudah banyak.

“Alhamdulilah selama ini berjalan lancar. Genting adalah bisnis utama di pondok. Semua pekerja adalah santri dan sebagian adalah walisantri, ” katanya.

Namaun bisnis itu perlu tambahan modal. Sebab, kata Kiai Hasbullah, biaya produksi genting cukup besar. Mulai dari pembelian tanah sebagai bahan bakau dan mesin cetak.

“Selama ini masih menggunakan satu mesin. Jika ada modal bisa memakai dua mesin. Sehingga, produksi genting akan lebih banyak, ” katanya.

Ponpes Miftahul Ulum Sumber Kasean adalah salah satu pondok yang mengajukan program bantuan inkubasi. Khususnya ponpes yang sudah berjalan mengelola bisnis. Sehingga berharap resmi menjadi penerima untuk pengembangan bisnis.

“Semuanya adalah santri yang bekerja. Sebagian dari wali santri membantu setiap hari. Alhamdulilah, selama ini sudah di jual ke luar Madura. Seperti Surabaya, Jember dan Malang,” katanya.

Diakui, hasil dari bisnis tersebut sangat membantu untuk biaya operasional pondok. Termasuk untuk membayar gaji para pengajar.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.