KABAR MADURA | Dalam dua tahun terakhir, jatah pupuk bersubsidi terus dikurangi. Sebab itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik sejak tahun 2023 lalu.
Namun sayangnya, pelatihan yang menyasar kelompok tani (poktan) ini masih belum maksimal lantaran ketersediaan anggaran yang minim. Dari 1.014 poktan yang ada, baru satu poktan yang sudah menerima pelatihan.
“Sebenarnya untuk program pelatihan pembuatan pupuk organik ini sudah berlangsung sejak tahun 2023,” ungkap Plt. Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito, Minggu (25/2/2024).
Untuk tahun ini, lanjut Nolo, pihaknya menargetkan pelatihan pembuatan pupuk organik itu mampu menyasar dua poktan. Dia menjelaskan, dalam pelatihan pembuatan pupuk organik ini dibutuhkan kotoran sapi 60 karung serta bahan tambahan seperti sekam, bahan penghilang bau kotoran, terpal dan termometer sebagai pengukur kualitas pupuk.
“Ketersediaan semua bahan tambahan itu menjadi tanggung jawab penuh pemerintah, masyarakat hanya diminta untuk menyediakan kotoran sapi saja,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Sule Sulaiman





